Dwi Agus/Radar Jogja
JOGJA – Kota Jogja porak-poranda kemarin sore (30/3). Setelah adanya angin kencang yang merobohkan papan reklame, tiang listrik, dan pepohonan. Bahkan, dari catatan sementara, dua orang meninggal tertimpa pepohonan.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) memadamkan aliran listriknya. Sejak petang, Jogja blackout. Polisi turun di perempatan-perempatan untuk mengatur lalu lintas. Buntut angin kencang, paling parah terjadi di Gembira Loka (GL) Zoo. Pepohonan di paru-paru Kota Jogja itu bertumbangan dan menimpa warga.

Korban meninggal adalah pengunjung GL Zoo dan pemilik kios yang berada di depan kebun binatang tersbeut. Korban pengunjung bernama Adid, 6, dari TK Aisiyah Jambe, Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. Dia terkena pohon randu alas yang tumbang. Saat itu, Adid bersama sekolahnya memang tengah study tour di GL Zoo.

Satu korban meninggal lain Siti Barokah, 50, pemilik warung Barokah, penjual cenderamata yang merupakan warga Karang Sari RT 14, RW 05 Kelurahan Rejowinangun, Kotagede. Sedangkan korban luka berat ada delapan orang. Mereka dilarikan ke RS Hidayatullah, Bethesda, Pantirapih, dan RS dr Sarjito.

Manajer HRD GL Zoo Josep Kurniawan mengatakan, pihaknya tengah mendata korban. Baik yang meninggal dan luka berat serta ringan. Sebab, saat proses evakuasi, pihaknya tak sempat mengidentifikasi korban.

“Kami sedang kirimkan petugas untuk identifikasi dan pengurusan administrasinya,” ujar Wawan, sapaan akrabnya.

Untuk pembiayaan korban, lanjut Wawan, pihaknya menanggung semua biaya. Juga akan memberikan santunan bagi korban meninggal. “Karena masih berada di kompleks kami,” tandasnya.

Angin kencang disertai hujan, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarta, hampir merata di semua wilayah. Bahkan, dari pendataan sementara sampai Rabu petang kemarin, ada lebih 50 kejadian akibat angin kencang. “Bermacam-macam. Mulai dari pohon tumbang, papan reklame, juga tiang listrik,” tuturnya.

Untuk proses pembersihan, lanjut Agus, pihaknya sedikit kewalahan. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD DIJ, Basarnas, dan BLH Kota Jogja.

“Kami juga ajak warga untuk gotong royong. Nanti BLH yang akan mengambil (pepohonannya),” tuturnya.

Pohon tumbang memang yang paling banyak, di antaranya di Balai Kota Jogja, Jalan Ipda Tut Harsono, Gondomanan, Patangpuluhan, Mantrijeron, Gondokuman, dan sekitar Stadion Mandala Krida. “Kami masih terus berkoordinasi. Untuk korban yang sudah pasti informasinya baru di GL Zoo,” terangnya. (eri/ila/ong)

Breaking News