MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mendukung upaya pemberantasan narkotika dan obat terlarang (narkoba) di wilayahnya. Para pegawai negeri sipil (PNS) yang sudah menjalani tes urine dan kedapatan mengonsumsi narkoba pun harus bersiap menerima sanksi tegas.

“Jika memang terindikasi dan hasilnya positif, pasti ada sanksi tegas. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Sigit usai menghadiri perayaan HUT ke-66 Satpol PP, ke-54 Linmas, dan ke-97 Damkar Tahun 2016 di Pendopo Pengabdian Kota Magelang, kemarin (28/3).

Ia mengatakan, pihaknya juga mendukung penuh upaya Polres Magelang Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan pemkot. Sehingga dapat mendeteksi penyalahgunaan narkoba yang tidak menutup kemungkinan berada di lingkungan birokrasi.

“Tujuannya kan sangat baik untuk memberantas narkoba. Sudah pasti kita dukung itu. Kita fair play, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tandasnya.

Terkait temuan Polres Magelang Kota yang mengindikasikan hasil positif tes urine terhadap dua pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat, Sigit mengaku belum mendapat laporan resmi. Hanya saja, bila temuan itu sudah memiliki dasar hukum yang kuat, pihaknya tak segan memberi sanksi tegas kepada dua oknum itu.

“Selain sanksi hukum, kami juga tidak segan memberikan sanksi berat bagi siapa pun PNS yang tersangkut kasus narkoba. PNS itu kan teladan bagi masyarakat. Kita ingin berbuat yang terbaik,” janji Sigit.

Seperti diberitakan, Sat Narkoba Polres Magelang Kota mengadakan tes urine dadakan di kantor PDAM pekan lalu. Hasilnya, dari 15 sampel pegawai yang diperiksa, dua di antaranya terindikasi positif mengonsumsi narkoba.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menyebutkan, dua pegawai itu berinisial B dan H, salah satunya memiliki jabatan penting di PDAM Kota Magelang. “Hasil tes itu sudah kami kirimkan ke Tim Asesmen Polda Jateng. Kemungkinan 3-6 hari setelah pemeriksaan hasil bisa kami dapatkan sebagai tindak lanjut tes urine ini,” katanya.

Ia menjelaskan, hasil tes urine tidak cukup kuat untuk mengindikasikan seseorang sebagai pecandu narkotika dan layak untuk mengikuti rehabilitasi. Namun, lebih pada pendeteksi dini yang hasilnya ditentukan oleh Tim Asesmen Polda Jateng.

“Hasil dari Asesmen ini kita jadikan alat bukti untuk tindakan selanjutnya bagi tersangka, bisa berupa rehabilitasi atau dilanjutkan proses hukumnya. Penyidik tergantung tim ini,” paparnya. (cr1/laz/ong)

Breaking News