SLEMAN -Seolah haus akan kompetisi, para pemain PSS Sleman langsung melakukan penetrasi ke daerah terlarang tim tamu, PSIS Semarang, sejak peluit wasit di­bunyikan dalam pertandingan persahabatan di Stadion Maguwoharjo International Stadium (MIS), Depok, Sleman kemarin (27/3).

Terbukti, punggawa Super Elang Jawa (Elja) mampu menggilas tamunya dengan tiga gol tanpa balas. Dicky Prayoga merobek gawang PSIS pada menit ke 40.

Kondisi itu tak berubah hingga turun minum babak pertama.

Babak kedua berjalan lebih alot. Namun, dua gol justru kembali melesak ke gawang PSIS menjelang peluit akhir. Mudah Yulianto membobol jaring yang dijaga Catur Adi Nugroho pada menit 73 dan disusul Dirga Lasut di menit 80.

Pertandingan kedua kesebalasan ini mengingatkan kembali pada laga reuni sepakbola gajah pada 2014. Bahkan, sebagian besar pemain turut terlibat pada laga tersebut.

Sebut saja kapten Anang Hadi, Mudah Yulianto, dan Eko Setiawan di kubu PSS. Demikian pula Catur Adi Nugroho di PSIS.

Selama 90 menit, Elja lebih banyak bertumpu pada sayap lincah, Dicky Prayoga untuk membangun serangan. Berkali-kali crossing yang dilancarkan Dicky mengancam gawang PSIS yang dikawal Catur Adi Nugroho.

Tercatat dua peluang emas diperoleh PSS. Pertama crossing datar Dicky di menit 19 gagal dimanfaatkan oleh Dicky Firasat. Sementara dimenit 27′ sundulan Mudah Yulianto hanya mencium mistar gawang PSS.

Sementara itu gol yang ditunggu-­tunggu suporter tuan rumah ­hadir dimenit 40′ melalui titik putih setelah kapten PSS Anang Hadi dilanggar di kotak terlarang. Sepakan Dicky, disudut kanan mematikan langkah Catur Adi membawa keunggulan PSS 1-0.

Peluang emas PSIS hadir di penghujung babak pertama. Gol sepakan Yoga dianulir wasit Sukriwiyanto.

Pada bbak kedua, pelatih Edy Broto melakukan sejumlah pergantian. Rama Yoga, Eko Setiawan dan Tri Handoko dimasukan untuk menambah daya gedor serangan. Perubahan taktik ini cukup moncer PSS berhasil menambah dua gol dari kaki Mudah dan Dirga.

Asisten pelatih PSS Edi Broto yang saat pertandingan menggantikan Seto Nurdiyantara menyatakan, permainan anak-anak sudah cukup bagus. Memang skema agak berubah karena beberapa pemain tidak fit. “Kekurangannya hanha dikomunikasi ini terlihat dibabak pertama,” katanya.

Edi mengatakan, secara permainan masih kurang. Kedepan, tim pelatih masih mencoba untuk berburu pemain guna menutup celah. (bhn/yog/ong)

Breaking News