GUNUNGKIDUL – Warga Giripurwo, Purwosari resah. Satu per satu hewan peliharaan mereka mati misterius. Binatang milik penduduk mati akibat kehabisan darah, dan menyisakan lubang bekas gigitan.

Kejadian aneh itu menimpa puluhan hewan ternak kambing. Hingga kemarin belum diketahui secara pasti penyebab peristiwa ini. Penduduk hanya bisa menyaksikan bangkai satwa mati tidak wajar.

Kades Giripurwo Supriyadi mengatakan, fenomena biantang ternak mati misterius sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Semula hanya beberapa ternak mati, namun dalam perkembangannya jumlah kambing mati terus bertambah.

“Hingga sekarang sudah ada 45 kambing di desa kami mati misterius. Hanya digigit lalu darah diminum. Dagingnya hanya dimakan sedikit di sekitar pinggul,” kata Supriyadi (27/3).

Kronologi kejadian, kata Supriyadi, sebagian besar kambing ditempatkan di kandang tidak jauh dari rumah warga. Normalnya, setiap kejadian tidak luput dari pengamatan. Namun yang terjadi, sekitar pukul 02.00 dinihari sampai pagi, sudah didapati hewan ternak terbujur kaku.

“Berdasarkan data yang kami peroleh, di Padukuhan Karangnongko ada 15 kambing mati. Terakhir ada tujuh kambing dalam satu kandang mati mengenaskan dalam satu malam,” jelasnya.

Supriyadi menduga, keresahan ini disebabkan oleh kawanan anjing liar. Karena itu, bersama dengan warga mengintensifkan ronda malam agar kejadian serupa dapat diminimalisasi. Tidak hanya itu, penduduk juga menggelar pengajian.

“Alhamdulilah dua minggu ini sudah tidak ada lagi informasi hewan ternak mati, semoga sudah berakhir,” kata Supriyadi.

Terpisah, Kapolsek Purwosari AKP Mursidiyanto memonitor kasus hewan ternak mati secara misterius di wilayah hukumnya. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab matinya hewan ternak tersebut.

“Namun kuat dugaan, hewan ternak mati karena gigitan anjing liar. Hal tersebut diperkuat dengan adanya sejumlah bekas gigitan pada leher hewan tersebut,” kata Mursidiyanto.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Gunungkidul, Krisna Berlian belum bisa menyimpulkan penyebab hewan ternak mati misterius. Namun berdasarkan pengalaman, kuat dugaan pemangsa itu adalah kawanan anjing liar. “Kasus hewan mati misterius demikian bukan kali pertama terjadi,” kata Krisna.

Kuat dugaan, anjing liar yang biasa bermukim di sekitar perbukitan turun gunung dan memangsa satwa milik menduduk. Menjelang musim kemarau anjing liar sering muncul, biasaya di daerah yang berbatasan dengan kawasan pegunungan.

“Atas kejadian ini saya mengimbau warga untuk memperbaiki kandang ternak, sehingga hewan buas tidak bisa masuk,” imbau Krisna. (gun/iwa/ong)

Breaking News