ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
BERLUBANG: Warga berjalan di seberang garis polisi yang membentang di ruas jalan AM Sangaji. Usai hujan deras, jalan mengalami kerusakan cukup parah, Rabu (23/3).
SLEMAN – Hujan deras yang melanda wilayah barat Kabupaten Sleman menyebabkan banjir di Kecamatan Minggir dan Moyudan. Dua orang dilaporkan sempat terjebak banjir, hingga akhirnya bisa diselamatkan oleh tim SAR. Sementara di Kota Jogja, derasnya hujan membuat pohon tumbang dan talud ambrol, serta jalan ambles. Begitu pula di Gunungkidul, jalan menuju Bukit Bintang ditutup seperempat bagian. Karena terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan jalan ambles sepanjang 10 sentimeter.

Di Minggir, Sleman banjir terjadi akibat luapan Sungai Alam di Dusun Klagaran, Sendangrejo. Banjir menerjang dan menggenangi rumah Jarkoni hingga setinggi orang dewasa. Sedangkan di Moyudan, beberapa rumah warga di Dusun Kruwet, Sumberagung tergenang. Terparah di rumah Kasiran. Banjir mencapai hampir setengah meter.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Yang terjebak sudah dievakuasi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito, kemarin (23/3).

Di sisi lain, hujan disertai petir yang melanda wilayah utara Sleman telah menimbulkan korban luka dalam sepekan terakhir. Dua warga Losari II, Wukirharjo, Prambanan dilaporkan mengalami luka setelah tersambar petir saat berkebun di wilayah Kebonan, Kalitirto, Berbah. Padahal, saat itu, dua korban tersebut, Sri Rejeki, 29 dan Sanio, 50 telah menepi ke pinggir kebun. “Petir menyambar secara tiba-tiba,” kata Julisetiono.

Korban lantas dilarikan ke Rumah Sakit Islam di Jalan Solo. Sanio sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis. Namun, Sri rejeki masih harus menjalani rawat inap. Guna mengindari dampak negatif petir, Julisetiono mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di ruangan terbuka. Misalnya, di lapangan, jalanan, atau persawahan.

Di Kota Jogja, berdasarkan pantauan dari Pusat Kendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pohon tumbang di beberapa tempat. Pohon tumbang jenis Waru dengan diameter 40 sentimeter dengan tinggi lima meter di Jalan Tentara Pelajar Bladran, Bumijo. Satu pohon jenis Ketepeng setinggi 10 meter di halaman RS Ludiro Husodo roboh. Pohon berdiameter sekitar 60 sentimeter itu menimpa kabel listrik PLN dan ambulan.

Kemudian, satu unit sepeda motor di parkir Taman Pintar tertimpa pohon Talok. Beruntung saat pohon tumbang tak ada korban.

Di lain tempat, air hujan yang meningkatkan volume air di Kali Code merusak infrastruktur. Talud sepanjang 5 hingga 10 Meter di RT 25 RW 06, Blunyahrejo ambrol. Kemudian, Jalan Serangan juga ambles. Saluran air di bawahnya diduga tak tahan dengan derasnya aliran air hujan. Ruas Jalan AM Sangaji juga mengalami kerusakan cukup parah, sehingga menganggu arus lalu lintas.

Kepala BPBD Kota Jogja Agus Winarta memastikan, proses pendataan masih dilakukan. Sedangkan untuk pohon tumbang, pihaknya telah menurunkan sejumlah personel. “Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup untuk memotong dan membersihkan pohon yang tumbang,” jelasnya. Sedangkan, talud ambrol di Blunyahrejo dan jalan ambles sudah mereka koordinasikan dengan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah. Untuk di Jalan Serangan sudah diberikan pembatas jalan pihak Kepolisian.

Terpisah, Koordinator Stasiun Klimatologi dan Radar Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Joko Budiyono memperkirakan, hujan deras disertai petir masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan. Sambaran petir bakal sering terjadi di wilayah utara Sleman. Khususnya di kawasan pegunungan dan lereng Merapi.

“Pertumbuhan awan Cumulonimbus mulai tampak tinggi. Di sisi utara Sleman, awan tersebut cukup rendah keberadaannya. Di bawah dua ribu meter,” jelasnya.

Awan itulah yang membawa muatan listrik dengan kapasitas cukup besar, sehingga menimbulkan petir. Lebih lanjut, Joko Budiyono menjelaskan, kondisi cuaca buruk akan mengganggu kegiatan penerbangan. Sebab, intensitas hujan yang tinggi membuat jarak pandang penerbangan sangat terbatas.

Hal itu dibenarkan Humas Bandara Adisutjipto Edwin Wibowo. Menurutnya, bandara internasional di wilayah Maguwoharjo, Depok itu sempat ditutup sekitar satu jam selama hujan. Sejak pukul 14.05. “Delapan jadwal penerbangan ditunda keberangkatannya. Sebagian besar delay tujuan Jakarta,” paparnya. (bhn/eri/gun/yog/ila/ong)

Breaking News