GUNUNGKIDUL – Seorang bapak dan anaknya, terseret ombak pantai selatan, kemarin. Mereka digulung ombak Pantai Baron setinggi lebih dari dua meter. Keduanya melanggar aturan dilarang mandi di laut.

Keduanya datang dari Sukoharjo, Jawa Tengah ke Baron menikmati libur akhir pekan. Sang bapak diketahui bernama Agung, 40, dan anaknya Ismail, 10, warga Bulakrejo, Sukoharjo. Kedua korban diduga lalai mandi di laut hingga lupa keselamatan mereka sendiri.

Kejadian berawal saat kedua korban bersama rombongan mandi di Pantai Baron, Kemadang, Tajungsari (13/3). Semula hanya bermain di pinggir, namun karena banyak wisatawan lain berenang ke tengah, ayah dan anak itu ikut-ikutan ke tengah.

Ketika sedang asyik mandi di luat, secara mengejutkan datang ombak besar dan langsung menggulung kedua tubuh korban. Hanya dalam beberapa detik, tubuh mereka hilang terbawa ombak ke tengah laut.

“Saat itu saya dan beberapa teman sedang berada di dekat lokasi tenggelamnya kedua korban. Sehingga cepat bertindak untuk menyelamatkan korban,” kata salah seorang anggota Tim SAR (Search and Rescue) Baron, Sarno.

Saat ditemukan, kata Sarno, kondisi Agung sudah pingsan. Ismail melambaikan tangan meminta pertolongan. Setelah berhasil diselamatkan, kedua korban dibawa ke pos SAR untuk mendapatkan pertolongan medis. “Setelah kondisinya membaik, kedua korban dan rombongan langsung pulang,” ucap Sarno.

Sekretaris tim SAR Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan ombak laut selatan termasuk Baron sulit diprediksi. Disarankan pada wisatawan tidak mencoba mandi atau bermain air di laut.

“Namun masih banyak wisatawan tidak menghiraukan larangan dari petugas,” kata Surisdiyanto.

Dia meminta pengunjung memperhatikan imbauan petugas. Tidak sedikit korban tenggelam berujung kematian terjadi di Pantai Selatan Gunungkidul.

“Upaya kami mengingatkan pengunjung menjaga keselamatan dengan memberikan informasi melalui pengeras suara. Tidak hanya itu, petugas juga memasang tulisan tanda bahaya dan dilarang mandi di laut. (gun/iwa/ong)

Breaking News