JOGJA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Jogjakarta, menggelar sidang kasus korupsi dana hibah KONI Kota Jogja tahun 2013, kemarin. Dalam sidang perdana itu, duduk di kursi pesakitan, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja, Sukamto. Ia didakwa melakukan korupsi dana hibah KONI Kota Jogja.

Dalam dakwaanya, jaksa penuntut umum (JPU) Dwi Nurhatni mengatakan, Sukamto melakukan tindak pidana korupsi dengan modus membuat proposal dana hibah dengan nilai Rp 900 juta. Dana hibah tersebut kemudian diperuntukkan kepada 138 kelompok masyarakat dalam bidang olahraga.

Selain itu, jaksa juga mempermasalahkan penyaluran hibah tersebut, lantaran mekanisme pembuatan proposal dan peruntukannya dianggap tidak sesuai aturan. Terlebih, proposal yang dibuat terdakwa semestinya mendapatkan verifikasi lebih dulu oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan masuk dalam rencana anggaran belanja KONI.

“Terdakwa membuat proposal di bawah tangan, setelah dana cair diambil sendiri dan diberikan kepada pihak yang sesuai hukum tak berhak menerimanya. Sebagian dana hibah juga tidak jelas pemanfaatannya,” kata JPU dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua PN Jogja Barita Saragih SH.

Jaksa juga merinci dana Rp 900 juta itu, digunakan untuk kelompok olahraga sebesar Rp 700 juta, dan Rp 200 sisanya untuk dana Pusat Pengembangan Latihan dan Pembinaan Atlet Daerah (PPLPAD). Ditambah ada dana lain yang tidak jelas penggunaannya.

“Dana hibah KONI tidak digunakan sebagaimana mestinya. Sebagai tambahan, tiga kegiatan lain juga tidak pernah dibahas dalam Musrenbang,” tutur JPU.

Jaksa mendakwa Sukamto melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 dan subsider Pasal 3 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor.

Setelah sidang, Sukamto membantah penjelasan yang diberikan jaksa. Menurutnya, ia diundang oleh KONI lebih dulu untuk menyusun anggaran. Usai menyusun anggaran, Sukamto kemudian mengajukan proposal yang dilanjutkan penataan oleh KONI.

“Selang beberapa minggu, diajak membahas anggarannya seperti apa. Saya mengusulkan bantuan masyarakat olahraga se-Jogja, diklat sepakbola, dan PPLPAD,” ungkapnya.

Persidangan masih akan dilanjutkan pada Kamis, (17/3) mendatang. Agenda persidangan pekan depan yakni jawaban dari terdakwa terhadap dakwaan jaksa. (riz/dem/ong)

Breaking News