MUNGKID – Warga Dusun Babadan I, Paten, Dukun, mengalami keracunan masal. Peristiwa ini diketahui setelah warga mengikuti acara syukuran dan memakan sate kambing di rumah salah seorang warga warga dusun itu. Warga mengalami mual-mual dan muntah selang beberapa jam setelah makan sate kambing.

Peristiwa ini bermula saat warga menghadiri acara syukuran di rumah salah seorang warga sekitar, SU. Acara berlangsung dari pukul 15.30-17.00 (7/3). Mereka menerima suguhan nasi dengan lauk sate kambing. Setelah acara selesai, warga pulang ke rumah masing-masing.

Namun demikian, sekitar pukul 02.00 WIB terdapat warga yang mual-mual. Warga yang hadir dan menyantap makanan dalam acara tersebut itu merasakan mual dan diare. Bahkan ada warga yang sampai muntah. “Dimungkinkan mereka mual karena santapan sate yang disuguhkan,” kata salah seorang warga bernama Ngadiman kemarin.

Setelah kejadian, kabar tersebut meluas hingga Kadus Bambang Pawitan. Kadus esok harinya bersama tokoh pemuda dan sebagian warga mendatangi rumah SU untuk melakukan klarifikasi. Namun saat mencoba menanyakan perihal makanan yang disuguhkan, justru timbul salah paham.

“Karena timbul sedikit kesalahpahaman antara pemilik rumah dan warga, kemudian sepakat dilaporkan ke Kepolisian Dukun,” kata Bambang.

Kabag Humas Polres Magelang AKP Haris Gunardi mengatakan, Polsek Dukun yang mendapat laporan langsung mendatangi TKP. Polisi datang bersama dengan Dokter Puskesmas Dukun untuk mengadakan olah TKP. Polisi juga melakukan pendataan warga yang terindikasi karacunan tersebut. “Total ada 26 warga yang terindikasi keracunan makanan,” katanya.

Haris menjelaskan, dokter yang datang ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Setelah diperiksa, warga yang terindikasi keracunan makanan dinyatakan sehat. Untuk makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan, kemudian diambil petugas. “Sampel makanan ini untuk penelitian lebih lanjut di laboratorium,” jelasnya.

Haris memastikan, persoalan itu kini sudah selesai. Dengan kejadian tersebut tidak ada korban jiwa dan warga sudah bisa menerima kejadian itu. “Warga tidak akan menuntut dan mempermasalahkan lagi,” katanya. (ady/laz/ong)

Breaking News