Setiaky/Radar Jogja
SLEMAN – Pengirim pesan singkat (SMS) berisi teror ke Jogja Green School di daerah Trihanggo, Gamping, Sleman, 3 Februari lalu, akhirnya berhasil diringkus polisi. Pelakunya berinisial YSV, 36, warga Ngaglik, Sleman.

Tersangka sendiri kesehariannya adalah seorang calo tanah. Akibat perbuatannya mengirim SMS teror ke nomor HP pemilik sekolah, Wisnu Barata, ratusan anak di sekolah itu terpaksa dievakuasi untuk penyisiran tim Gegana Polda DIJ.

Kepada polisi, tersangka mengaku mengirim SMS teror karena jengkel setelah Wisnu Barata terus meminta kembali atau menagih BPKB yang dipinjam pelaku. Padahal, BPKB terlanjur dijadikan jaminan pinjaman ke bank sebesar Rp 5 juta.

“Jadi tersangka ini jengkel karena terus ditagih BPKB-nya,” ujar Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar di Mapolres Sleman, kemarin (3/3). Atas perbuatan tersangka ini tersangka dijerat dengan UU Terorisme dan UU ITE dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Dalam pesan singkat yang mengatasnamakan jihad kebatinan itu, tersangka meminta seluruh siswa dievakuasi karena bom sudah terpasang di sekolah yang dikelola istri Wisnu Barata. Setelah mengirim SMS itu, sim card yang digunakan tersangka dibuang di sekitar Selokan Mataram di daerah Mlati, Sleman. Sim card itu berhasil ditemukan polisi dan dijadikan barang bukti. (sky/laz/ong)

Breaking News