SLEMAN – Dugaan kasus pencabulan dengan terlapor suami kepala TK di Jalan Kaliurang, Sleman mendapat atensi Polda DIJ. Diharapkan dalam waktu dekat ada progress, sehingga kasus tersebut bisa menemui titik terang.

Hal itu diungkapkan Direskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hudit Wahyudi kepada wartawan. Dia telah memerintahkan Polres Sleman segera mengusut kasus dugaan pencabulan empat anak TK di Sleman yang terjadi pada Januari silam.

Terlebih, kasus tersebut sudah dilaporkan oleh pihak keluarga korban pada 15 Januari 2016, namun belum ada kelanjutan hingga saat ini. “Sudah saya perintahkan untuk digali asal-usul pelaku. Sudah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Sleman,” katanya di Mapolda DIJ, Selasa (1/3).

Dia menjelaskan, saat ini polisi sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk penetapan tersangka. Proses tersebut sampai saat ini masih dilakukan. “Iya, masih dicarikan alat bukti untuk penetapan tersangka, nanti kalau ada perkembangan akan kita beritahu,” jelasnya.

Belajar dari kasus tersebut, Hudit meminta para orang tua untuk lebih waspada. Anak-anak yang masih di bawah umur jangan dilepas begitu saja. “Intinya waspada, orang tua jangan sampai melepas anaknya begitu saja. Harus ada pengawasan,” tandasnya.

Dua bulan terakhir, kasus kekerasan seksual dan pencabulan terhadap anak di bawah umur banyak terjadi di DIJ. Di Sleman, terjadi tiga kasus pencabulan dan perdagangan perempuan di bawah umur. Sebelumnya, seorang gadis dipaksa melayani enam hidung belang di Ngagklik, Sleman.

Awal Januari 2016, seorang pemuda mencabuli sepuluh anak remaja usia SMP di Kecamatan Ngemplak, Sleman dengan cara disodomi. Kemudian, belum lama ini seorang penjual pecel lele ditangkap polisi karena mencabuli delapan anak laki-laki dan perempuan di kamar kosnya di Depok, Sleman.

Diduga Korban Kejahatan Seksual, Siswi SMP Tewas
Selain di Sleman, ada satu peristiwa tragis terjadi di Gunungkidul. Seorang siswi SMP ditemukan tak bernyawa, diduga merupakan korban kejahatan seksual. Kemarin (1/3) jasad korban telah teridentifikasi berinisial Elisa Ari Fitriani, 14, seorang siswi SMP di Semanu.

Namun demikian, baik pelaku maupun modus pembunuhan hingga saat ini masih misterius. Petugas terus mengumpulkan barang bukti usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat. Kepolisian cukup hati-hati dalam mengungkap kasus tersebut.

“Dari hasil perbandingan sidik jari dengan ijazah korban di tempat sekolah, korban teridentifikasi sebagai seorang siswi SMP di Semanu yang dilaporkan hilang belum lama ini,” kata Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Mustijad Priyambodo, kemarin (1/3).

Sejak penemuan mayat di pekarangan rumah kosong di wilayah Pedukuhan Panggang 1, Giriharjo, Panggang pada Senin (29/1), pihaknya bekerja keras mengungkap kasus itu. Korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang. Dari hasil olah TKP, tidak jauh dari lokasi berceceran darah mengering, gesper (ikat pinggang berlogo identitas SMP swasta), dan celana dalam yang diduga milik korban.

“Ada dugaan, sebelum meninggal dunia korban sempat dianiaya. Tapi kami masih menunggu hasil lengkap otopsi RSUP dr Sardjito,” ujarnya.

Menurut Mustijad, sebelum ditemukan tidak bernyawa, ibu korban, Indah Kusmasari, pada Sabtu (27/1) melaporkan kehilangan anak ke polsek setempat. Laporan tersebut didasari rasa khawatir, karena pamit belajar kelompok namun tidak pulang-pulang.

Beberapa jam sebelum jasad korban ditemukan, ada pesan melalui SMS ke keluarga yang mengabarkan korban tengah diajak jalan-jalan seseorang dan minum-minuman beralkohol. “Apapun informasi yang masuk kami dalami, agar kasus segera terungkap,” tegasnya.

Setelah proses identifikas selesai, rencananya kemarin jasad langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (riz/gun/ila/ong)

Breaking News