Hendri Utomo/Radar Jogja
BARANG BUKTI: Barang bukti kasus curanmor yng dilakukan sembilan tersangka diamankan di Mapolres Kulonprogo, kemarin.

KULONPROGO – Sembilan pelajar di Kulonprogo diamankan polisi. Mereka terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas kabupaten dan provinsi. Polisi mengamankan tersangka bersama barang bukti sebanyak delapan sepeda motor dengan berbagai jenis.

Ke-9 tersangka yang masih duduk di bangku SLTP dan SLTA tersebut adalah Ak, 15; Tn, 13; Wt, 15; Ec, 13; At, 15; Ew, 15, dan Ea,16. Semuanya tercatat sebagai warga Kecamatan Kalibawang. Selain ke-9 tersangka, polisi juga mengamankan Nk, 16 sebagai perantara penjualan dan Su,18 sebagai penadah.

Kapolsek Girimulyo AKP Fahrurodin menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Kepala Dukuh Kalisono, Pendoworejo, Girimulyo yang mengaku kehilangan motor Jupiter miliknya. Sepeda motor korban hilang saat digunakan untuk mengecek kondisi beberapa hari yang lalu.

“Anggota langsung turun, minta keterangan sejumlah saksi yang saat ikut kebetulan tengah memancing di dekat TKP pencurian. Mereka melihat para pelaku melintas menggunakan sepeda motor korban secara beramai-ramai,” jelasnya.

Berangkat dari keterangan tersebut, petugas melakukan pendalaman dan penyelidikan. Kecurigaan petugas mengarah ke tersangka At dan segera mendatangi rumah yang bersangkutan di Kalibawang.

Fahrurodin menambahkan, di hadapan petugas tersangka At tak mengakui semua perbuatannya (melakukan pencurian). Terlebih barang bukti berupa sepeda motor hasil curian masih disimpan di rumah At.

Berdasarkan pengakuan At, penyidikan berkembang pada empat tersangka lainnya. Karena melibatkan wilayah di luar Girimulyo, Polsek Girimulyo juga melakukan koordinasi dengan Polsek Samigaluh dan Kalibawang.

“Akhirnya diketahui ada delapan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan di Kulonprogo, Sleman dan Purworejo, Jawa Tengah,” imbuhnya.

Menurutnya, dua sepeda motor hasil curian sempat dijual. Salah satunya motor Honda Supra yang dibeli Nk rekan korban. Satu lagi sepeda motor Yamah Jupiter milik kepala Dukuh Kalisono, yang juga dijual pada pembeli di Gamping Sleman.

“Sepeda motor ini dijual dengan cara ditawarkan lewat media sosial (facebook). Mereka bertemu dan terjadilah transaksi jual beli,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka terancam pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Karena para pelaku masih anak-anak (di bawah umur) polisi tidak melakukan penahanan. Mereka hanya dikenakan wajib lapor dengan jaminan orang tuanya. Kendati begitu, proses hukum akan tetap lanjut,” tandasnya.

Salah satu tersangka Ec mengakui diajak At mencuri. Pencurian dilakukan di beberapa lokasi dan kebanyakan malam hari. Motor hasil curian dicopot dan dimodifikasi. Bahkan ada dua sepeda motor yang laku dijual dengan harga Rp 1 juta dan Rp 1,6 juta.

“Uang itu dipakai untuk membeli aksesoris sepeda motor atau dimodifikasi,” katanya.(tom/hes/ong)

Breaking News