SETIAKY A.KUSUMA/RADAR JOGJA
OLAH TKP: Mesin ATM BCA yang berada di Jalan Letjen Suprapto No 87 Kampung Notoyudan, Pringgokusuman, Gedongtengen, Jogja, tampak diberi police line, kemarin (29/6). Pada mesin ATM ini sempat terjadi percobaan pengambilan uang secara paksa dengan cara merusak mesin ATM.
JOGJA – Percobaan pembobolan atau pencurian uang di mesin ATM, terjadi pada ATM BCA di Jalan Letjen Suprapto No 87 Kampung Notoyudan, Pringgoku-suman, Gedongtengen, Jogja, kemarin (29/6) pagi pukul 09.30 Wib. Dalam prak-tiknya, pelaku mencongkel pintu mesin ATM dan tempat keluarnya uang. Kejadian diketahui pertama kali oleh pen-jaga parkir tempat tersebut, Kardin (81) pada Senin pagi pukul 09.30 Wib. Begitu melihat kondisi ATM yang tercongkel, dia melapor ke Polsek Gedongtengen yang tak jauh dari lokasi. Kardin mengaku tidak mengetahui kapan pencongkelan itu terjadi. “Saya tidak tahu ada kejadiannya. Saya tahu pagi tadi. Malam jam 10 itu saya sudah pulang, sebelumnya tidak ada ke-jadian apa-apa,” katanya pada wartawan di lokasi kejadian, kemarin.Saat pertama kali mengetahui ada pencongkelan, dia menemukan ada patahan tatah yang dicurigai merupakan alat pengcongkel milik pelaku di lokasi. Setelah itu, ia memberikan patahan tatah tersebut kepada pihak yang disang-kanya pegawai BCA. “Dia pakai baju putih lengan panjang, terus mematikan lampu. Dari pikiran saya, di adalah pegawai bank,” imbuhnya.Kapolsek Gedongtengen Kompol Agus Setyo Budi mengatakan, pihaknya menda-patkan laporan adanya pencongkelan ATM pukul 09.30 Wib. Saat itu juga, pihaknya langsung mendatangi TKP un-tuk melakukan identifikasi. “Saya lang sung koordinasi dengan polresta, pihak bank juga saya hubungi untuk memastikan ada tidaknya kerugian dan uang yang hilang. Tadi setelah dicek hasil transaksinya, di-pastikan tidak ada uang yang berhasil diambil,” terangnya.Terkiat dengan pelaku, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. Kemung-kinan pelaku terekam closed-circuit tele-vision (CCTV) ATM. Dari hasil keterangan beberapa saksi, ada yang mengaku masih sempat melihat orang masuk pukul 07.00 untuk melakukan transaksi. “Kami belum tahu pelakunya, masih kami lakukan pengembangan. Hasil re-kaman CCTV nanti akan kami lihat untuk mengetahui pelakunya. Sementara masih kami coba copy-kan dulu rekamannya,” tandasnya.Untuk mengantisipasi hal serupa, utamanya jelang Idul Fitri, Agus menghimbau ke-pada masyarakat untuk selalu waspada, dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui tindak kejahatan atau hal-hal yang mencurigakan. “Tidak hanya pihak bank yang harus meningkatkan pengawasannya, namun masyarakat dan polri harus meningkat-kan kerjasamanya. Sebab menjelang Idul Fitri, peredaran uang meningka,” pung-kasnya. (cr3/jko/ong)

Breaking News