GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
CARI KLUB : Didik Listyantara saat masih menukangi Persiba Bantul sebelum kompetisi dihentikan.
BANTUL – Mantan pelatih Persib Bantul, Didik Listyantara berharap bisa melatih salah satu klub peserta Piala Kemerdekaan. Sebab, setelah kompetisi berhenti, sudah dua bulan ini pelatih dengan lisensi A nasional ini menganggur dan tidak ada pemasukan. “Ini risiko mencari pemasukan dari sepak bola. Tidak ada kompetisi ya jadi pengangguran. Seperti saat ini sulit mau cari uang dari sepak bola,” jelas Didik kemarin (28/6).
Didik mengatakan akan menunggu tawaran dari klub peserta Piala Kemerdekaan. Harapannya, dari turnamen itulah nantinya dirinya bisa mendapat pemasukan. Namun, untuk berharap ada klub yang menawarkannya juga tidak lah mudah. Apalagi, tidak banyak klub yang berminat ikut turnamen yang digelar oleh tim transisi Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. Terlebih lagi, bayang-bayang sanksi dari PSSI juga membuat klub tidak gegabah ikut serta dalam kompetisi tersebut.
Awalnya, ayah dua anak ini berhasrat untuk melatih kembali Persiba Bantul. Namun harapan tersebut pupus. Sebab, Laskar Sultan Agung memutuskan untuk tidak berkecimpung di Piala Kemerdekaan. “Kalau tidak ada klub dari Jawa yang berminat, saya siap melanglang buana ke luar Jawa,” jelas pria yang berdomisili di Karang Anyar Jawa Tengah ini.
Bagi Didik, masa menganggur cukup memberi kesulitan yang sangat berarti. Bekerja di luar sepakbola pun tidak mungkin karena keahliannya selama ini dibidang sepakbola. “Prinsipnya adalah bagaimana kami mendapat pemasukan. Menjelang Lebaran, harga-harga kebutuhan pasti pada melonjak,” jelasnya.
Belum lagi, anak pertamanya lulus SMP membutuhkan biaya untuk masuk SMA. “Anak pertama diterima di SMA Negeri Mojogedang, Karanganyar. Sebentar lagi butuh biaya untuk daftar ulang,” jelasnya. (bhn/din/ong)

Breaking News