JOGJA – Kaum ibu yang biasanya berbelanja kebutuhan pokok untuk keluarga, tak perlu khawatir. Apalagi menyangkut dengan kebutuhan beras. Perum Bulog Divisi Regional Jogjakarta memastikan, stok makanan pokok itu aman. Bahkan, untuk tiga bulan ke depan.
“Stok yang kami miliki lebih dari cukup,” tutur Kepala Bulog Divre Jogjakarta Langgeng Wisnu Adinugroho pekan lalu. Ia menuturkan, peningkatan kebutuhan beras pada bulan Ramadan dan menjelang Lebaran pasti sudah diantisipasi. Bulog pun telah jauh-jauh hari untuk melakukan stok beras.
Selain itu, Bulog juga telah menebas beras dari petani di Kulonprogo dan Bantul. “Stok beras yang berada di gudang-gudang kami saat ini ada 21.188 ton. Sangat cukup untuk distribusi hingga lima bulan ke depan,” jamin mantan Kepala Bulog Divre Malang ini.
Tak hanya untuk stok kebutuhan distribusi beras miskin (raskin), dengan stok yang melimpah itu, lanjut Langgeng, sangat cukup untuk mengendalikan harga beras. Jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan drastis harga beras di pasaran, maka berapa pun permintaan untuk operasi pasar, Bulog siap.
Bahkan saat ini Bulog DIJ juga tengah menanti lampu hijau dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) DIJ. Karena, Bulog yang masuk dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ sedang melihat pergerakan harga beras di beberapa pasar tradisional. “Kalau memang terjadi lonjakan, kami turun,” tandasnya.
Selain stok masih aman untuk menjaga stabilisasi harga beras, Bulog DIJ juga menegaskan, penyaluran raskin untuk bulan Juli ini telah siap. Rencananya, proses distribusi ke masyarakat tersebut akan dipercepat, mulai hari ini (29/6) sampai 2 Juli mendatang.
“Langsung akan kami distribusikan ke kelurahan-kelurahan,” imbuhnya. Kebutuhan raskin di seluruh DIJ hanya 4.325 ton. Itu disalurkan ke 288.341 penerima yang tersebar di 438 titik lokasi distribusi.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Hadi Mochtar menambahkan, untuk bisa mendapatkan raskin ini masing-masing kelurahan harus melunasi pembayaran raskin bulan Juni lalu. Harga tebus yang ditetapkan untuk raskin adalah Rp 1.600 per kilogram.
“Penyalurannya maju. Makanya untuk pembayaran bulan Juni lalu harus sudah dilunasi. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari,” kata Hadi.
Dari pantauan harga TPID Kota Jogja, harga beras masih stabil. Harga beras di beberapa pasar untuk jenis medium tak mengalami pergeseran. Rata-rata masih berkisar di Rp 10 ribu. Ini diperkirakan akan tetap berlangsung sampai menjelang Lebaran.
“Meningkat menjelang Lebaran. Karena banyak yang membeli beras untuk zakat,” tandas Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Jogja Sri Harnani. (eri/laz/ong)

Breaking News