JOGJA – Sepekan sejak 11 Juni sampai Selasa kemarin (17/6), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja mendata calon peserta didik dari pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Meski khusus untuk pemegang KMS, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja mengamati tak ada yang berbeda.
Terutama untuk orang tua siswa pemegang KMS. Forpi mendapati di lapangan penampilan orang tua tak berbeda. Bahkan ortu pemegang KMS ini juga membawa handphone canggih. “Terkesan glamour,” tutur Koordinator Forpi Kota Jogja Winarta (15/6).
Ia mengungkapkan, penampilan orang tua pemegang KMS ini tak ada bedanya dengan orang tua non-KMS. “Sebenarnya sih wajar, hanya saja yang perlu untuk dikaji mengenai pendataan KMS-nya,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum pelaksanaan pendataan pemegang KMS berjalan lancar. Pihaknya pun belum mendapatkan keluhan adanya diskriminasi atau keluhan dari masyarakat pemegang KMS mengenai pendataan tersebut.
Winarta menegaskan, khusus untuk penampilan pemegang KMS tersebut akan mereka jadikan masukan kepada wali kota. Ini agar bisa ditindaklanjuti soal pendataan pemegang KMS tahun 2016 mendatang. “Agar tidak menimbulkan kecemburuan,” terang Winarta.
Jika hal-hal seperti ini tak diantisipasi, lanjut dia, masyarakat yang malah dirugikan. Sebab, yang berhak mendapatkan KMS malah terlupakan. Tapi yang tak berhak dan sebenarnya mampu menikmati subsidi dari pemerintah.
Sekretaris Disdik Kota Jogja Budi Asrori mengatakan, untuk pendataan pemegang KMS ini tak ada kendala yang sampai mengganggu pelayanan. Bahkan secara umum, Budi berani menyimpulkan pelaksanaan lancar. “Soal siswa yang menggunakan HP canggih, itu bukan ranah kami,” kilah Budi.
Ia hanya mengatakan, pendataan ini belum untuk PPDB. Ia mengatakan, hasil Unas bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa. Kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah berdasarkan banyak aspek, termasuk nilai raport dan kelakuan siswa sendiri.
Tapi, nilai Unas daerah SD ini akan menjadi bahan seleksi bagi siswa untuk menempuh pendidikan tingkat SMP melalui PPDB 2015. PPDB 2015 di Kota Jogja sendiri menurutnya akan dilakukan secara serempak.
Saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pendataan calon siswa dari keluarga pemegang kartu menuju sejahtera (KMS) atau kartu keluarga miskin. Penjaringan dilakukan hingga kelurahan.
PPDB untuk siswa miskin di tingkat SMA/SMK akan dilakukan pada 26-27 Juni mendatang, sedangkan SMP 29-30 Juni. Sementara PPPDB reguler dilakukan 1-3 Juli untuk SMA/SMK dan SMP pada 6-8 Juli, sedangkan SD 19-20 Juli.
“Saya berharap orang tua tidak resah. Saya jamin semua anak usia sekolah akan tertampung dengan baik di SMP,” katanya. (eri/laz/ong)

Breaking News