SLEMAN – Jajaran Ditreskrimum Polda DIJ berhasil mengungkap kasus perjudian jenis togel Hongkong di beberapa lokasi berbeda di tiga kabupaten di DIJ. Dari hasil pengungkapan itu, petugas menangkap 10 tersangka, dua di antaranya perempuan. Ke-10 tersangka itu adalah HS, 38; SC, 32; RBS, 49; NR, 33; SL, 48; HW, 73; PJ, 26; DA, 31; BS, 45 dan RN, 34.
Kasubdit 3 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda DIJ AKBP Wahyu Agung Jatmiko mengatakan, penangkapan ke-10 tersangka perjudian berawal dari laporan masyarakat. Dari 10 tersangka, tujuh ditangkap di Kabupaten Bantul, dua orang di Sleman dan seorang di Kota Jogja.
“Penangkapan ini dalam rangka Operasi Pekat Satgas Judi yang dilaksanakan mulai 22 April – 11 Juni 2015. Selain juga ada beberapa dari hasil laporan masyarakat,” katanya kepada Radar Jogja kemarin (16/6).
Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti berupa uang Rp 5 juta, beberapa buah ponsel, notebook, modem, flashdisc, rekapan judi dan ada juga bong (alat hisap sabu-sabu) dari seorang tersangka.
Dalam menjalankan aksinya, salah satu tersangka ada yang bertugas sebagai bandar, pengepul dan pencatat rekapan. Mereka juga berpatokan pada situs judi online hongkongpools.com yang setiap harinya mengeluarkan hasil nomor undian.
“Mereka menyelenggaarakan sendiri dan dari nomor itu dijual ke kenalannya. Tiap hari dilakukan transaksi, jadi kalau menang diambil, kalau kalah dia setoran. Satu angka nilainya Rp 60 ribu,” terangnya.
Menurut penuturan tersangka, dalam seharinya omzet yang didapatkan dari judi itu mencapai puluhan jutaan rupiah. Setiap harinya, para pemasang akan bertaruh dengan berkomunikasi melalui pesan singkat. Ada salah satu tersangka yang bertugas melakukan pencatatan, dan seterusnya dilaporkan ke bagian atasnya. “Mereka menyelenggarakan sendiri,” tandasnya.
Yang lucu, dari salah satu tersangka perempuan yang berhasil ditangkap yakni PJ, saat disergap petugas ternyata ditinggalkan suaminya. Pria yang sebelumnya bersama PJ memilih kabur dan meninggalkan istrinya ditangkap polisi.
“Awalnya sedang berduaan di daerah Cangkringan, Sleman, tapi saat polisi datang suaminya malah kabur, istrinya ditinggal. Keduanya berprofesi sebagai pelaku judi,” ungkapnya. Atas perbuatan mereka, ke-10 pelaku dijerat pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (cr3/laz/ong)

Breaking News