JOGJA – Meningkatnya daya beli masyarakat khususnya men-jelang bulan puasa, membuat Kantor Perwakilan Bank Indone-sia DIJ meningkatkan pasokan uang. KPBI DIJ sudah menyiapkan pasokan uang hingga Rp 4 triliun atau naik sekitar 20 persen dari tahun lalu sebesar Rp 3,2 triliun.Kepala KPBI DIJ Arief Budi Santoso mengatakan, selain me-ningkatnya daya beli masyarakat, peningkatan pasokan uang juga disebabkan rencana pencairan gaji ke-13 PNS serta kenaikan gaji pegawai. Terlebih biasanya menjelang Lebaran, juga ada pembayaran tunjangan hari raya (THR) untuk pegawai. “(Pasokan) uang ditambah karena daya beli masyarakat naik serta kebutuhan lain,” jelas Arief kemarin (3/6). Arief menambahkan, sebenarnya stok uang yang dipersiapkan itu paling besar terserap untuk pe-menuhan anjungan tunai man-diri (ATM). Selain itu juga untuk penukaran uang pecahan kecil kebutuhan Lebaran. Deputi Kepala Perwakilan KPBI DIJ Hilman Tisnawan juga menga-kui hal itu. Stok pasokan uang tunai yang disiapkan, untuk kebu-tuhan ATM di seluruh wilayah DIJ. Menurutnya, untuk penukaran uang pecahan kecil, yang biasanya marak menjelang Lebaran, dia-kuinya tidak terlalu signifikan. “Untuk penukaran uang oleh ma-syarakat maksimal hanya berkontri-busi 10 persen, paling besar memang untuk pemenuhan ATM,” jelasnya.
Hilman menerangkan saat ini untuk penukaran uang di KPBI DIJ sudah bisa dilayani setiap Se-lasa dan Kamis. Dalam sehari penukaran uang sudah mencapai 200 hingga 300 orang. Masyarakat yang datang menukarkan uangnya di KPBI DIJ, tidak hanya dari war-ga DIJ saja, tapi juga dari wilayah sekitar. Pihaknya berharap kepa-datan masyarakat yang menukar uang jauh sebelum Lebaran bisa mengurangi antrean pada hari-hari terakhir jelang hari raya itu.Untuk pembatasan nominal uang yang ditukarkan, menurut Hilman, sejauh ini belum diberlakukan. Tapi tahun lalu KPBI DIJ mem-batasi penukaran Rp 3,5 juta per orang. Pembatasan penukaran uang kemungkinan akan dilaku-kan mendekati Lebaran. “Bahaya juga kalau tidak diba-tasi. Nanti ada masyarakat yang terpenuhi, ada juga yang tidak,” jelas Hilman sambil menyebut se-hari penukaran uang mencapai Rp 200 miliar hingga Rp 300 miliar.KPBI DIJ juga tengah merencana-kan untuk melakukan penukaran uang di tempat keramaian. Hal itu untuk mengurangi kepadatan ma-syarakat yang akan menukarkan uang di KPBI DIJ. Untuk lokasi, KPBI masih melakukan survei, sambil menunggu masukan dari masyarakat. (pra/laz/ong)

Bisnis