YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
DESTINASI WISATA BARU: Gubernur HB X dan Bupati Sri Purnomo saat peresmian Taman Tebing Breksi. Foto kanan, dialog peserta Jambore Pramuka se-DIJ di lokasi objek wisata baru yang terletak di Kecamatan Prambanan ini.

Terbentuk dari Endapan Abu Gunung Api Purba Nglanggeran

Jogjakarta, tepatnya di Kecamatan Prambanan, Sleman memiliki destinasi wisata baru. Namanya, Taman Tebing Breksi. Tempat wisata alam ini, baru diresmikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X pekan kemarin.
YOGI ISTI PUJIAJI, Sleman
TIDAK ada unsur kesengajaan, bekas area penambangan batu breksi di Dusun Groyo-kan, Sambirejo, Prambanan, Sleman itu menyisakan pahatan tebing yang menjadi panorama cukup indah. Itu lah Taman Te-bing Breksi, kawasan wisata yang baru saja diresmikan HB X
Bertepatan dengan kemah Jam-bore Pramuka se-DIJ yang meli-batkan 400 penggalang, hari itu suasana Tlatar Seneng tampak meriah. Itu menjadi momen pen-ting kala Gubernur HB X di-dampingi Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) meresmikan objek wisata alam di wilayah paling timur Kabupaten Sleman tersebut.Lokasi tepatnya, sekitar 1 kilo-meter sebelah barat Candi Ijo. Kehadiran Tebing Breksi me-nambah daya tarik Candi Ijo, yang merupakan salah satu benda cagar budaya, namun belum terlalu dikenal oleh publik. Pengembangan kawasan itu, tak lepas dari peran warga se-tempat yang ingin mengubah image tebing rusak akibat tambang batu, menjadi sesuatu yang bernilai positif. Warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlatar Seneng, menyebut perpaduan dua objek wisata itu, dengan nama Taman Tebing Brek-si Gunung Purba Candi Ijo. “Sesuai nama kelompoknya, warga sadar akan potensi alam yang dimiliki. Sudah sepantasnya pemerintah mendukung upaya ini,” ujar Bupati Sri Purnomo usai dialog dengan peserta kemah jambore.Semula, warga setempat hanya tahu bahwa tebing mengandung material breksi yang merupakan salah satu bahan bangunan. Melihat kondisi alamnya, sejumlah peneliti mencoba menggali ba-tuan untuk diuji di laboratorium. Hasilnya, cukup menghebohkan. Tebing tersebut, konon terbentuk dari endapan abu vulkanik Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunung-kidul. “Karena sejarahnya itu, tebing ini juga harus dilestarikan seperti halnya Gunung Nglanggeran,” pinta bupati.Dari situ lah warga mulai sadar akan potensi alam kawasan ter-sebut. Apalagi, jumlah pengun-jung yang datang ke tempat tersebut cukup banyak. Dari waktu ke waktu, pengunjung terus bertambah jumlahnya. Memang, akses menuju kawa-san tersebut masih sulit. Namun jalan berliku, menanjak dengan penuh lubang, tak menjadi ha-langan wisatawan untuk bisa mengunjungi kawasan Candi Ijo, dan Taman Tebing Breksi. Melihat potensi yang luar bi-asa, warga terus bebenah dan memoles Tebing Breksi. Bagian depan tebing yang ditambang, dibuat panggung pentas perma-nen dengan tempat duduk dari batu dibuat melingkar. Tak cukup di situ, pemandangan semakin elok tat kala petang tiba. Sorot lampu yang ada di sekitar pang-gung dengan latar belakang tebing, menjadikan panggung di alam bebas itu terasa megah. Sementara itu, kawasan di se-kitar lokasi panggung yang me-miliki luas lahan sekitar 4 hek-tare dengan medan naik-turun, dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas motor trail. Hampir setiap hari, ada wisata otomotif. Apalagi di hari libur dan akhir pekan. Ke depan, di lokasi ter-sebut akan ditambah fasilitas yang bisa digunakan untuk ke-giatan out bound.Gubernur DIJ HB X sangat apresiatif atas usaha masyarakat mengembangkan kawasan wi-sata alam ini. Harapan warga agar bisa terlibat dalam peng-elolaan objek wisata anyar ini, juga didukung penuh. Kebijakan pelarangan menambang batu di area tersebut, memang men-ghilangkan mata pencaharian utama masyarakat selama pu-luhan tahun. Nah, dengan men-jadi pengelola tempat wisata, warga tetap bisa mengais rezeki untuk menyambung hidup. Gubernur menyerahkan se-penuhnya kepada masyarakat untuk berdialog dengan semua pihak terkait pengelolaannya. Sebab, warga butuh penghasilan sesegera mungkin. Gubernur pun meminta Pemkab Sleman agar segera merumuskan kebijakan lain yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat. “Apakah dengan peternakan, perikanan atau ke-giatan lain, monggo. Yang penting bermanfaat,” ujarnya.Agar lebih memiliki power da-lam bidang pariwisata, HB X mengimbau pengelola agar be-kerja sama dengan objek wisata lain di sekitar Tebing Breksi, sehingga tercipta sinergitas an-tarobjek wisata. Salah satunya Lava Bantal di Berbah. “Mungkin bisa dijadikan satu paket wisata yang menarik bagi wisatawan,” ujar gubernur. (*/jko/ong)

Boks