ADIDAYA PERDANA/RADAR JOGJA
BERMANFAAT: Presiden Joko Widodo menyerahkan 1.871 kartu kepada warga Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.
MUNGKID – Presiden Jokowi mem-bagi-bagikan 1.871 kartu sakti pada warga kurang mampu di sekitar Candi Borobudur. Penyerahan Kartu Indo-nesia Pintar (KIP), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut dilaksanakan secara simbolis di depan Kantor Balai Desa Borobudur. Khusus KIP, presiden ber-pesan pada siswa penerima agar manfaatnya secara benar dan tidak dipakai membeli pulsa.”Untuk membeli buku dan seragam. KIP tidak boleh untuk membeli pulsa. Kalau kami tahu, akan dicabut. Jadi, dipakai yang bener,” pesan Jokowi pada ratusan warga Borobudur ke marin (2/6).Penerima program kartu KIP, untuk siswa SD mendapat jatah Rp 450 ribu per tahun, siswa SMP Rp 750 ribu per tahun, dan siswa SMA/SMK sebesar Rp 1 juta per tahun. Jokowi minta pada siswa agar di-manfaatkan sesuai kebutuhan. Ia meng-ingatkan, pencairan program KIP bisa dilakukan mulai Juni mendatang.”Saya juga titip, kepada para siswa untuk waktu belajarnya ditambah. Tidak hanya 1 jam setiap hari. Kalau mau menjadi pintar belajar tiga jam setiap hari,” lanjutnya.Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, bagi warga penerima kartu KIS, nantinya tidak disarankan menggunakan KIS kalau hanya sakit biasa. Jika sakit kecil, sebaiknya warga melakukan pemeriksaan ke Puskesmas terlebih dahulu.”Sakit flu dan batuk cukup ke pus-kesmas. Kalau parah, baru ke RS dirujuk. Saya juga titip, kalau ada pelayanan bagi pemegang kartu ini kurang baik, laporkan ke Menteri Kesehatan. Atau langungke presiden,” katanya.Menteri Kesehatan Nila Moeleok yang juga hadir menjelaskan, penerima kartu ini merupakan masyarakat kurang mampu. Adapun jumlah sasaran penerima KKS sebanyak 279 kepala keluarga (KK), KIP 386 anak sekolah, KIS ada 1.156 orang. Saat bersamaan, juga diserahkan Kartu Disabilitas bagi orang dengan kecatatan berat.”Jumlahnya (disabilitas) sebanyak 50 orang untuk Kabupaten Magelang,” katanya.Program perlindungan sosial diberi-kan pada mereka yang kurang ber untung. Terutama mengalami kondisi ke cacatan berat yang tidak berdaya dan tidak di-berdayakan.Relawan Sosial Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Roni berharap, kartu sakti tersebut benar-benar bisa di-manfaatkan warga. Penerima manfaat diharapkan tepat sasaran. Bahkan, ia berharap, langsung dimanfaatkan masyarakat luas. (ady/hes/ong)

Breaking News