MAGELANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magelang terus me-ngumpulkan bahan keterangan dan bukti terkait dugaan pe-nyalahgunaan wewenang dan korupsi dalam Pembangunan Pasar Rejowinangun. Mereka kembali minta keterangan dari kalangan pedagang dan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Magelang.Keterangan dari mereka bisa jadi sangat penting. Karena, bisa membuka tabir dugaan kerugian negara yang selama ini menyelimuti pembangunan pasar dengan tiga sumber dana. Yakni investasi, APBD, dan APBN.”Kami sudah banyak petunjuk dari Kejati Jateng dalam penye-lidikan kasus ini. Hampir se-muanya sudah dilaksanakan. Tinggal satu dua hal lagi yang belum. Ini yang akan dikejar hingga sebelum bulan Puasa tahun ini,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magelang J. Fudhoil Yamin kemarin (2/6).Setidaknya, dalam dua minggu ini, kejaksaan kembali minta keterangan empat orang pedagang. Mereka kebanyakan merupakan pedagang yang menempati kios berbentuk ruko dua lantai di Jalan Mataram seharga ratusan juta. Sebelumnya, ada dua pedagang yang telah dimintai keterangan. Yakni, Bambang Mulyono dan Slamet Santosa.Dari DPPKD, yang dimintai keterangan adalah pihak yang terkait pajak, retribusi, dan kekayaan daerah yang dipisahkan dengan pendapatan asli daerah (PAD) sertaBiaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Mereka yang dimintai keterangan setingkat kepala seksi. Pemanggilan dilakukan dalam minggu ini.Menariknya, dalam pemanggilan pihak yang akan dimintai ke-terangan pekan ini ada nama Kusdi. (dem/hes/ong)

Breaking News