GUNAWAN/RADAR JOGJA
WAS-WAS: Salah seorang warga menunjukkan air mineral dalam kemasan yang di dalamnya terdapat kotoran seperti lumut, kemarin (2/6).
GUNUNGKIDUL – Masyarakat Gunungkidul dibuat resah dengan peredaran air mineral kemasan bercampur dengan kotoran. Air minum kemasan dalam gelas plastik tersebut ditemu-kan oleh salah seorang warga Gadungsari, Wonosari Tulus Widodo.”Beli dua kardus air mineral kemasan 120 mililiter merek Utra. Setelah diamati ternyata di dalam gelas ada kotoran,” kata Tulus kepada Radar Jogja, kemarin (2/6).Dia menjelaskan, air minum kemasan itu dibeli pada 25 Mei lalu di salah satu toko di Wonosari. Sebagian sudah diminum, namun masih tersisa tiga gelas. Dari tiga gelas itu, terdapat benda mencurigakan melayang-layang di dalamnya.”Sebagai orang awam, saya melihat ada ke-janggalan karena di dalam air bercampur dengan benda mencurigakan menyerupai lumut,” ujarnya.Pria bertubuh tambun ini mengaku tidak tahu kemungkinan buruk akibat mengkonsumi air minum bercampur kotoran itu. “Selama ini kami belum pernah menjumpai air mineral dalam kemasan bercampur kotoran. Kalau sudah terlanjur dikonsumsi apa tidak ber-bahaya,” keluhnya.Karena itu, untuk memastikan pihaknya berupaya mengkonfirmasi pemilik usaha air minum dalam kemasan Utra. Nomor pengaduan yang tertera dalam kemasan gelas dan kardus kemudian dihubungi. Tak lama berselang perwakilan dari pihak perusahaan datang memberikan penjelasan.”Utusan dari pabrik pada 29 Mei lalu datang dan menyampaikan bahwa, itu (kotoran) semacam spora. Spora itu ada karena dalam memproduksi tidak menggunakan bahan pengawet,” terangnya.Hanya saja, penjelasan dari pihak perusaha-an belum melegakan. Dia masih merasa was-was dengan produk tersebut. Dia khawatir, kalau benda mencurigakan dalam air mineral itu dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan. “Sebaiknya dilakukan uji laboratorium supaya jelas,” pinta Tulus.Kepada pemerintah, Tulus juga meminta segera mengambil sikap. Jangan sampai, kabar ditemukannya air minum dalam kemasan membuat resah masyarakat luas. Menurut Tulus, hendaknya pemerintah memberikan perlindungan kepada seluruh konsumen yang ada.Terpisah, pihak manajemen perusahaan air minum Utra ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon memilih irit bicara. Salah seorang manajemen Arif mengaku sudah menjelaskan permasalahan itu kepada konsumen. “Saya sudah datang ke rumah pak Tulus. Nanti kami juga akan datang ke sana lagi. Maaf suaranya putus-putus tidak jelas,” kata Arif. Tidak lama kemudian telepon mati. Radar Jogja terus berusaha menghubungi lagi namun sudah tidak mendapat tanggapan. Sementara itu dari hasil penelusuran mesin pencari Google, air mineral dalam kemasan Utra adalah milik PT Guwatirta Sejahtera. Berkantor pusat pemasaran di Jalan Raya Solo-Sragen Km 7.5 Jaten Karanganyar, Jawa Tengah. Diketahui perusahaan tersebut memang bergerak dalam industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang mulai dirintis sejak tahun 2007, diawali ketika PT Guwatirta Sejahtera diakuisisi oleh Rosalia Indah Group. (gun/ila/ong)

Breaking News