SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
KETAT: Juan Revi sebagai kapten Arema Cronus dikepung pemain PSS All Star dalam laga eksebhisi di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sabtu malam (23/5). 
SLEMAN – Teka-teki di mana Juan Revi Auriqto bermain dalam laga ekshibisi PSS Sleman All Star melawan Arema Cronus terjawab. Mantan pemain PSS Sleman 2013 ini memilih memperkuat Arema Cronus timnya sendiri pada laga di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sabtu malam (23/5).
Mantan kapten PSS Sleman ini digadang-gadang bakal memperkuat PSS All Star malam itu. Sebab beberapa hari sebelum pertandingan, pemain dengan wajah khas Asia Timur tersebut menjalani latihan bersama di bawah naungan pelatih PSS All Star Edi Broto. “Saya minta maaf karena tidak bisa melawan tim saya sendiri,” ujarnya seusai laga.
Ya, Juan Revi sendiri sejak awal direncanakan menjadi bagian PSS Sleman All Stars. Hanya saja, hal tersebut bisa terjadi bila lawan yang dihadapi bukanlah Arema Cronus.
Memang dari jadwal sebelumnya, manajemen sendiri merencanakan laga ekshibisi dengan klub asal Malaysia Sime Darby. Dikarenakan Sime Darby membatalkan datang ke Indonesia, Singo Edan bersedia memenuhi undangan dari manajemen PSS. “Saya tidak bisa melawan tim saya sendiri. Karena tahunya sejak awal tidak melawan Arema,” katanya.
Meski cukup menyesal tidak bisa membela mantan klubnya, pemain dengan gaya rambut disemir cokelat tersebut mengaku senang bisa kembali bermain dihadapan puluhan ribu suporter PSS. Keberadaan suporter inilah yang bisa memotivasinya untuk bermain cantik malam itu. “Cukup senang, apalagi mendapat standing ovation saat keluar pertandingan,” jelasnya.
Bahkan setelah laga usai, dirinya menjadi salah satu bintang yang menjadi sasaran foto bersama oleh suporter. Selama beberapa saat, dirinya harus meladeni para penggemarnya yang minta foto.
Setelah bergegas menuju bus pemain meninggalkan MIS, suporter pun masih mengelu-elukan namanya. Dan di penghujung wawancara iapun memberikan ucapat selamat bagi PSS. “Selamat ulang tahun ke-39 PSS Sleman, saya berdoa kepada klub dan suporter agar bisa terus maju dan sukses,” ujarnya.
Sementara itu kapten PSS All Star malam itu, Anang Hadi mengatakan laga melawan Arema menjadi momen kebangkitan dirinya. “Hari jadi PSS ini merupakan momen kebangkitan saya,” ujar pemain yang tengah menjalani sanksi Komdis PSSI selama lima tahun.
Pemain jebolan S1 UNY ini tidak bisa menutupi kegembiraannya bermain dihadapan ribuan suporter PSS kembali. Dia mengaku sempat grogi saat awal-awal pertandingan. “Agak grogi di awal-awal. Sudah enam bulan vakum dari sepakbola, apalagi jika teringat masalah itu (sepak bola gajah),” tandasnya (bhn/din/ong)

Breaking News