SLEMAN – Panitia pelaksa (panpel) maraup untung besar dari laga eksibhisi PSS All Star melawan Arema Cronus pada Sabtu malam (23/4). Dari laga yang digelar di Maguwoharjo International Stadium (MIS) tersebut panpel mendapat pemasukan sebesar Rp 410 juta.
Ketua Panpel PSS Sleman Edyanto mengatakan, kendati mendapat pemasukan yang besar, tanggungan pengeluaran operasional untuk menggelar laga tersebut juga besar. Totalnya mencapai Rp 300 jutaan lebih.”Dari pengeluaran operasional keuntungan yang diraih sekitar Rp 100 juta lebih,” jelasnya.
Pengeluaran tersebut sudah termasuk pemberian matchfee untuk tim tamu serta biaya akomodasi. Untuk uang pertandingan bagi Cristian Gonzales dkk besarnya tak sampai Rp100 juta.
Meski bertajuk ekshibishi, laga tersebut memang terbilang sukses, karena mampu animo masyarakat untuk datang ke MIS cukup besar. Bahkan bisa dibilang laga dengan Arema Cronus tersebut mencatatkan rekor penonton terbanyak selama 2015 ini.
Pada laga uji coba sebelumnya, biasanya panpel hanya mencetak 15 ribu tiket. Dan itupun biasanya tidak seluruh tiket ludes terjual. Namun pada laga tersebut, tiket yang dicetak mencapai 22 ribu lembar.
“Dari hitungan kami terakhir ternyata ada sisa sekitar seribu tiket,” jelasnya.
Dari keuntungan yang didapat hanya dari laga ekshibishi, nampaknya panpel ketagihan untuk menggelar laga serupa, guna mengisi kekosongan kompetisi Liga Indonesia. Nah, dari keuntungan itulah panpel berniat untuk menggelar laga ekshibisi lanjutan.
Menurut Edy, manajemen berencana menggelar laga ekshibisi lanjutan sebelum Ramadhan. “Ini masih dalam rencana. Kalau lancar, sebelum puasa bisa digelar,” terangnya.
Nah bila panpel akan menggelar laga ekshibisi, yang menjadi pertanyaan ialah pemain mana nantinya yang akan digunakan oleh manajemen. Maka dari itu, panpel sendiri bimbang untuk segera membubarkan skuad All Star yang berisi sejumlah pemain bekas PSS Sleman. “Untuk ke depannya, akan dibicarakan lagi dengan manajemen,” jelasnya. (bhn/ong)

Breaking News