GUNAWAN/RADAR JOGJA
INI LHO: Warga Patuk menunjukkan lempengan besi yang menempel di tabung gas melon, kemarin (21/5). Sebagai konsumen, warga merasa ada kejanggalan dengan tempelan pelat besi tersebut. 
GUNUNGKIDUL -Kelangkaan dan mahalnya tabung gas melon di Gunungkidul belum sepenuhnya teratasi. Sekarang muncul persoalan baru terkait elpiji ukuran tiga kilogram ini. Pasalnya, ditemukan tabung gas elpiji yang tampak mencurigakan, karena ditempeli lempengan besi. Konsumen khawatir, tempelan pelat besi tersebut sengaja dipasang pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan sepihak.
Temuan aneh tersebut disampaikan sejumlah konsumen di wilayah Kecamatan Patuk kemarin (21/5). Salah seorang warga Desa Putat, Sumilah mengatakan, pada saat hendak menukarkan tabung gas melon kosong, dia melihat ada kejanggalan. Pada bagian lingkaran atastabung gas terdapat tempelan lempengan pelat besi berdiameter tiga jari tangan orang dewasa. Semakin diteliti, jumlah lempengan pelat besi itu ternyata tidak hanya satu, melainkan tiga.
“Jangan-jangan lempengan besi itu sengaja dipasang dengan tujuan yang tidak baik,” kata Sumilah.
Hal senada juga disampaikan warga lain Supadiyo. Dia sempat iseng-iseng mencari ke sejumlah pengecer mengenai tabung gas mencurigakan tersebut. Hasilnya, dia mendapati tiga tabung gas melon juga ditempeli pelat besi. Dari temuan itu, dia mulai berpikiran buruk mengenai kecurangan untuk merugikan konsumen.
“Kita orang awam melihat kondisi tabung begitu jadi curiga. Setahu saya, kalau tabung gas normal tidak ada tempelan pelat aneh-aneh,” ucapnya.
Atas temuan ini Supadiyo berharap kepada pihak terkait agar melakukan penelusuran. Jangan sampai efek yang ditimbulkan dari keberadaan lempengan besi pada tabung gas melon meresahkan masyarakat luas. Menurutnya, upaya cepat dari pemerintah merespons keluhan masyarakat ditunggu secepatnya.
“Saya baru cek ke satu pengecer tabung gas saja, belum mencari ke tempat lain. Kalau ternyata di lokasi berbeda juga ditemukan hal serupa, jelas semakin meresahkan konsumen. Terlebih sekarang ini tabung gas tiga kilogram langka dan mahal,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang pengecer ketika dikonfirmasi mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Tabung gas hanya diambil dari agen, kemudian dijual kepada masyarakat. Jika belakangan ada temuan tabung gas melon bermasalah, itu diluar kapasitasnya untuk menjawab.
“Iya benar, memang ada beberapa tabung gas ditempeli lempengan besi. Lempengan itu terlihat samar-samar karena dicat menyerupai warna dasar tabung,” kata seorang pengecer yang meminta namanya tak disebut.
Di bagian lain, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Gunungkidul Hidayat mengaku, belum mengetahui mengenai tabung gas melon yang ditempeli lempengan besi. Oleh karena itu, dia akan mengutus petugas agar segera melakukan penelusuran.
“Kami akan cek ke lapangan, baru nanti bisa ditarik kesimpulan,” kata Hidayat singkat saat dihubungi melalui sambungan telepon.(gun/ilaong)

Breaking News