HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
PEKAT: Sejumlah pasangan bukan suami istri diamankan dari sejumlah penginapan di Pantai Glagah dalam razia gabungan Satpol PP DIJ dan Jateng, kemarin (21/5). 
KULONPROGO – Sejumlah penginapan di kawasan Pantai Glagah menjadi target operasi gabungan Satpol PP, kemarin (21/5). Sedikitnya 18 pasangan tidak sah terjaring, dua di antaranya terindikasi berstatus guru dan seorang pengurus partai.
Kasi Penegakan Perda Satpol PP Kulonprogo Qomarul Hadi menyatakan, operasi gabungan kali ini dilakukan bersama Satpol PP DIJ, Satpol PP Kabupaten Purworejo dan Satpol PP Provinsi Jateng. Operasi digelar secara gabungan, lantaran beberapa kali razia ditemukan pasangan dari Purworejo atau luar daerah.
“Kami memeriksa 15 penginapan, dan kita berhasil amankan 18 pasangan. Dua orang berstatus guru dan pengurus partai,” katanya.
Menurut Qomarul, seluruh pasangan yang terjaring diperiksa dan didata. Seorang pengurus partai politik itu berinisial Ws. Saat dibawa ke kantor Satpol PP Kulonprogo, pasangan Ws justru sudah berada di kompleks kantor bupati. Anggota Satpol PP terpaksa harus kembali menjemput keduanya dan diperiksa di ruang SatPol PP Kulonprogo. Pria ini juga menolak ketika para wartawan hendak mengonfirmasinya secara langsung.
“Mereka yang terjaring melanggar Perda No 4 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. Saat ini masih kami BAP. Juga kami minta untuk membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Qomarul.
Kepala Satpol PP DIJ Bambang BI menegaskan, razia gabungan ini dilakukan untuk menekan dan memberantas penyakit masyarakat (pekat). Tim gabungan terdiri atas 50 anggota yang dibagi menjadi empat regu. “Semua yang terjaring usianya sudah di atas 17 tahun. Tidak ada yang di bawah umur,” tegasnya.
Agus Waluyo dari Satpol PP Jateng mengamini, mereka yang terjaring sementara ini belum dikenai sanksi. Operasi kali hanya sebagai upaya mengeliminasi tingginya penyakit masyarakat. “Sanksi yustisi akan diberikan jika mereka ketahuan mengulangi perbuatan. Yustisi juga bertahap, untuk sementara mereka kami bina,” ucapnya. (tom/ila/ong)

Breaking News