BANTUL – Empat terdakwa kasus Hello Kitty kemarin (18/5) mulai disidangkan di pengadilan negeri (PN) Bantul. Mereka adalah Maylissa Ayu Pertiwi alias Icha, Wulan Riski, M. Syahrizal, dan Putri Wahyuning Dewi.
Sidang keempat terdakwa ini menggenapi seluruh pelaku Hello Kitty yang berhasil ditangkap. Dua pelaku lainnya, yaitu Nk, dan Rs, terlebih dahulu berada di kursi pesakitan PN Bantul. Hingga sekarang masih ada tiga pelaku yang masih buron.
Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa tiga terdakwa dengan pasal yang sama. Yaitu, Pasal 333 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP dan Pasal 351 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat 1 dan 2 Kesatu KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.
Terdakwa Wulan Rizki mendapatkan dakwaan lebih ringan. Ini karena JPU tidak menerapkan Pasal 333 tentang penyekapan. Wulan hanya didakwa dengan Pasal 351 Ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 Ayat Ayat 1 KUHP dan atau Pasal 170 KUHP.
“Terdakwa Wulan Rizki belum terbukti ikut melakukan penyekapan,” terang JPU Embun Sumunaring Tyas usai persidangan.
Informasinya, Wulan Rizki baru datang ke indekos yang terletak di Pedukuhan Saman, Bangunharjo, Sewon setelah Laras Aprilia Arisandi disekap pada pertengahan Februari lalu. Wulan Rizki ikut menganiaya karena Laras berkata tidak sopan kepadanya.
Berbeda dengan tiga terdakwa lainnya. Berdasar keterangan ketiga terdakwa ini, mereka memang terlibat menyekap dan menyiksa warga Kadipolo, Sendangtirto, Berbah, Sleman itu.”Dan cukup menjadi bukti bagi kami,” jelasnya.
Mudia Murdyansyah, salah satu penasihat hukum para terdakwa menyampaikan, tim penasihat hukum tidak berencana mengajukan eksepsi atas dakwaan yang disampaikan JPU. Sebab, dakwaan sesuai dengan keterangan yang disampaikan para terdakwa. “Tetapi kami akan berusaha menghadirkan saksi-saksi yang dapat meringankan,” tandasnya.(zam/din/ong)

Breaking News