Turnamen Pra Musim Tidak Menguntungkan

JOGJA – Manajemen PSIM Jogja tidak berminat mengikuti turnamen pra musim yang rencananya bakal digelar PT Liga Indonesia. Turnamen pra musim sendiri rencananya akan digelar mulai akhir Mei hingga September mendatang.
Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru menyatakan, bila ada tawaran dari PT LI untuk mengikuti kompetisi, manajemen akan menolak tawaran tersebut. Sebab, saat ini skuad PSIM Jogja telah dibubarkan. “Kami tidak memiliki tim. Sangat riskan mengikuti kompetisi ditengah ketidakpastian seperti saat ini,” kata Agung dihubungi kemarin (17/5).
Selain itu, kata Agung, manajemen tidak memiliki finansial yang cukup untuk mengikuti turnamen, meski rentang waktunya cukup pendek. Sebab bila diukur dari pemasukan, tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan seperti honor pemain, pelatih dan biaya transportasi nantinya. “Finansial sangat berat dan tidak sebandig dengan hadiahnya,” kata mantan Presiden Brajamusti salah satu kelompok supporter PSIM Jogja.
Selain tidak menguntungkan secara finansial, Agung mengatakan, turnamen pra musim bisa dibilang tidak memiliki tolok ukur yang jelas secara prestasi. Sehingga, momen turnamen tujuannya hanya mengisi kosongnya kompetisi.
Selain itu, jelasnya, pihaknya juga was-was turnamen tersebut tidak bisa digelar akibat konflik nasib PSSI yang masih dalam pembekuan Kemenpora. Ditakutkan, turnamen tersebut bisa bernasib sama seperti Liga Indonesia yang terhenti akibat tidak adanya izin dari kepolisian.
Sehingga, jelasnya, manajemen PSIM sendiri lebih menunggu keberadaan kompetisi baru. Bila sesuai jadwa Liga Indonesia bergulir pada Oktober, maka beberapa bulan sebelumnya manajemen akan kembali membentuk tim.
Sementara disinggung apakah tim musim 2015 yang sebelumnya dibubarkan masih akan dimanfaatkan, pihak manajemen masih akan melihat perkembangan ke depan. “Sebab kami sudah tidak ada ikatan apapun sehingga bisa jadi timyang kemarin juga di kontrak klub lain. Tapi kami berusaha untuk memprioritaskan. Sebab, sebenarnya kemarin sudah terbentuk,” jelasnya.
Sebelumnya, dua klub asal DIJ Persiba dan PSS Sleman menyatakan mempertimbangkan keberadaan turnamen pra musim. Hanya saja, kedua klub tersebut belum bisa memastikan keikutsertaannya.

Sama seperti PSIM Jogja, skuat Laskar Sultan Agung julukan Persiba dan Super Elang Jawa julukan PSS Sleman, saat ini sudah tidak memiliki skuat lagi. Mengumpulkan kembali para pemain yang telah dibubarkan di tengah legalitas kompetisi yang masih abu-abu sangat riskan. Lagi-lagi persoalan finansial yang menjadi pertimbangan klub.
Genear Manager PSS Sleman Soekoco sebelumnya mengatakan, untuk mengikuti turnamen pra musim, manajemen harus menghitung untung rugi mengikuti turnamen tersebut. untuk mengikuti turnamen, harus melakukan pendalaman ulang. “Bila waktunya digelar pada Mei ini, besar kemungkinan manajemen akan kesulitan. Sebab, timPSS sendiri saat ini sudah dibubarkan,” terangnya.
Sementara Manajer Persiba Endro Sulastomo menjelaskan, pihaknya masih akan mengomunikasikan dengan General Manager Persiba, Idham Samawi untuk keputusan mengikuti turnamen pra masim. Lagi pula, PT Liga Indonesia belum memutuskan turnamen tersebut diperuntukan bagi klub Divisi Utama. “Yang masih beredar kan turnamen diperuntukan bagi klub ISL,” jelasnya. (bhn/din/ong)

Breaking News