PH Tersangka Janji Bongkar yang Terlibat


JOGJA – Tidak lama lagi perkara dugaan korupsi PLN Jogjakarta segera disidangkan. Setelah pelimpahan tahap kedua, jaksa telah mendaftarkan perkara yang menyeret mantan Manajer Area PLN Jogjakarta Subuh Isnandi ke Pengadilan Tipikor, pekan lalu. Kini, jaksa tinggal menunggu ketetapan dari pengadilan terkait sidang perdana pembacaan dakwaan.
“Berkas perkara PLN sudah didaftarkan ke Pengadilan Tipikor, Jumat (15/5). Jaksa kini tinggal menunggu pelaksanaan sidang,” kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DIJ Azwar SH kemarin.
Dalam perkara ini, jaksa yang menuntut Subuh Isnandi berasal dari Kejati DIJ dan Kejari Bantul. Sembari menunggu tanggal sidang, para jaksa akan berkoordinasi dan menyiapkan segala sesuatu untuk pembuktian di persidangan, seperti barang bukti. “Jaksa sudah siap membacakan dakwaan dan menghadirkan saksi-saksi,” terang Azwar.
Saat ini tersangka Subuh dititipkan di Rutan Wirogunan Jogja. Penahanan Subuh dilakukan sejak 5 Mei lalu. Hal ini berbeda dengan penanganan perkara dugaan korupsi hibah Persiba Rp 12,5 miliar. Kejati tidak menahan tersangka hibah Persiba, yaitu Dahono dan Maryani.
Penasihat Hukum (PH) Subuh Isnandi, Kamal Firdaus SH mengatakan, kliennya akan membuka proyek yang dituduhkan kepadanya di persidangan mendatang. Sebab, ada dugaan keterlibatan oknum petinggi PLN yang lain dalam proyek tersebut. “Akan dibongkar di persidangan nanti, siapa saja yang terlibat,” kata Kamal.
Perkara yang membelit Subuh adalah proyek revitalisasi gedung PLN se-DIJ pada tahun anggaran 2012 sebesar Rp 22 miliar. Dalam penyelidikan dan penyidikan, kejati menemukan alat bukti adanya kekurangan volume pekerjaan dari proyek yang terbagi dalam ratusan paket pekerjaan tersebar di PLN Rayon Jogja Selatan, Rayon Sedayu, Kalasan, Sleman, Bantul, Wonosari, dan Wates, serta PLN Cabang Kota Jogja. (mar/laz/ong)

Breaking News