Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

Juga Datangi Puro Pakualaman, Curhat ke PA IX Anglingkusumo


JOGJA – Ancaman warga pesisir Kulonprogo mengugat rencana pembangunan bandara melalui jalur hukum, akhirnya direalisasikan. Secara resmi 43 orang anggota Paguyuban Wahana Tri Tunggal (WTT) mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jogjakarta, kemarin (11/5).
Sasaran gugatan itu adalah keputusan yang diteken Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Yakni keputusan nomor 68/KEP/2015 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Bandara yang akan menggantikan Bandara Adisutjipto. Dalam keputusan itu, gubernur menetapkan lahan untuk bandara mencapai 645, 63 hektare. Lokasi ada di Desa Glagah, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, dan Jangkaran yang semuanya masuk wilayah Kecamatan Temon, Kulonprogo.
“Pembangunan bandara itu tak berpihak ke petani. Hanya berorientasi ekonomi,” ungkap Ketua WTT Kelik Martono. Kelik tak datang sendirian ketika datang ke gedung PTUN yang berada di daerah Janti, Banguntapan, Bantul. Ada ratusan warga ikut mendampingi. Mereka menumpang tujuh buah bus yang khusus disewa dari Kulonprogo.
Selama berada di gedung PTUN, mereka membawa aneka spanduk. Usai dari PTUN, sekitar 20 orang perwakilan WTT menyambangi Puro Pakualaman. Mereka diterima Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX Anglingkusumo di Bangsal Sewatama, Pakualaman. Saat menerima warga, PA IX Anglingkusumo didampingi Pengageng Reh Kasentanan KGPH Widjojokusumo dan Manggalayudha Pakualaman KPH Wiroyudho.
Dialog hangat terjadi antara Kelik dan anggota WTT dengan kerabat Pakualaman yang berlangsung lesehan. Curhat pun terjadi saat itu. Sebagai adipati yang pengukuhannya berlangsung di Pendopo Pantai Glagah pada 15 April 2012, PA IX Anglingkusumo mendukung langkah hokum yang ditempuh warga.
“Apa yang dilakukan warga adalah bagian dari proses hukum. Kita harus hormati dan sengkuyung,” ungkapnya. Dalam pertemuan yang berjalan satu jam itu, PA IX Anglingkusumo berencana akan datang ke Kulonprogo menemui warga.
Acara sambang warga itu dilakukan sebagian bagian mempererat silaturahmi. “Kami juga akan sowan ke para kiai dan ulama yang dulu telah mengukuhkan saya,” ucapnya. Agenda silaturahmi itu dijadwalkan berlangsung sebelum puasa ini. (zam/pra/kus/laz/ong)

Breaking News