GUNUNGKIDUL – Nasib malang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gunungkidul Roko Bayu Anggoro, 22. Warga Gedangan II, Gendangrejo, Karangmojo tersebut meninggal dunia saat berlayar di perairan Qatar.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak keluarga, korban menghembuskan napas terakhir di kapal tempatnya bekerja. Kabar kematian Roko pertama kali disampaikan oleh perwakilan PT Dwidaya Eka Lestari, perusahaan penyalur jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang memberangkatkan Roko ke Qatar.
Saat itu, perwakilan dari perusahaan menyampaikan Roko meninggal dunia karena sakit. Korban tidak bisa mendapatkan perawatan maksimal karena masih berada di tengah laut. “Informasi yang kami terima, kapten kapal tidak mau melaporkan kondisi Roko kepada instansi terkait di daratan. Tidak memberikan izin untuk menggunakan jaringan komunikasi di kapal,” kata orang tua korban Gunawan Edy, kemarin (8/5).
Kondisi demikian, lanjut Gunawan, membuat kondisi kesehatan anaknya menjadi semakin memburuk. Karena sakit yang diderita berlangsung cukup lama, pada Minggu 3 Mei diberitahukan telah meninggal dunia.
“Namun hingga sekarang kami belum memperoleh kepastian penyakit apa yang diderita anak saya. Pihak perusahaan juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kapal belum bersandar,” terangnya.
Menurut Gunawan, berdasarkan informasi dari perusahaan penyalur, kapal baru bersandar pada Jumat (8/5). Pihaknya mengaku sedih dengan adanya informasi duka cita tersebut. Untuk mengetahui kondisi terkini, pihaknya hanya bisa menunggu kabar dari rekan Roko yakni Rias. Kabar terbaru, sekarang pihak berwajib dan medis masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah. “Katanya, KBRI sudah turun tangan. Namun saya belum tahu kapan (jenazah) akan dipulangkan,” ucapnya.
Roko sendiri berangkat bekerja ke luar negeri pada 28 Maret 2014 lalu. Saat itu, dia berlayar ke Ghana. Setelah hampir tujuh bulan di Ghana, kemudian menuju Qatar. Sebelum tiba di Qatar, Roko sempat menghubungi pihak keluarga.
“Terakhir komunikasi Desember lalu. Dia ngomong kalau menuju Qatar. Saat itu dia juga bilang ingin mengajak orang tua untuk menengok budhe-nya yang sedang sakit di Biak. Itu pesan terakhirnya,” ujarnya.
Atas kondisi yang dialami anaknya, Gunawan mengaku sudah ikhlas. Sekarang pihak keluarga hanya bisa berharap jenazah Roko segera dipulangkan ke tanah air untuk dimakamkan. “Hari ini tepat tujuh hari kematiannya. Saya berharap anak saya bisa segera pulang,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul, Dwi Warna Widi Nugraha mengaku belum mendapatkan informasi mengenai kematian Roko. “Untuk memastikan, dinas akan segera melakukan pengecekan lebih lanjut. Kemudian pemerintah akan membantu mengurus kepulangan jenazah ke tanah air,” kata Dwi.(gun/ila/ong)

Breaking News