GUNAWAN/RADAR JOGJA
KERJA KERAS: Relawan dibantu warga membuka jalur longsor yang berlangsung di Danyangan, Pilangrejo, Nglipar, kemarin (8/5).
GUNUNGKIDUL -Dampak tanah longsor di Danyangan, Pilangrejo, Nglipar ternyata cukup parah. Material longsoran yang memutus jalur tiga desa tersebut baru bisa disingkirkan setelah melewati waktu hingga lima hari.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sutaryono mengatakan, jalur tersebut sebelumnya tertutup material bukit setinggi 40 meter. Namun setelah berbagai upaya evakuasi dilakukan, kemarin (8/5) jalan sudah bisa dibuka.
“Kerja bakti dilakukan selama lima hari sejak Senin (4/5) lalu. Selain warga setempat, kerja bakti juga mendapat banyak bantuan berbagai relawan termasuk dari TNI,” kata Sutaryono.
Dia menjelaskan, untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan, dilakukan dengan alat manual. Hal tersebut dilakukan karena tidak mungkin dengan alat berat, sebab jalan menuju lokasi bencana ini sangat sulit dijangkau. “Untuk melakanakan kerja bakti itu, BPBD Gunungkidul memberikan bantuan logistik permakanan,” terangnya.
Sementara itu, Kades Pilangrejo Sunaryo mengatakan, jalan penghubung tiga desa meliputi Pilangrejo, Katongan dan Kedungpoh di Kecamatan Nglipar itu sebelumnya tertutup total. Namun sekarang sudah bisa digunakan lagi untuk arus lalu lintas sepeda motor dan mobil.
“Kami sangat berterima kasih pada masyarakat dan relawan serta BPBD yang sudah banyak memberikan bantuan, sehingga jalan yang sebelumnya putus total, kini terbuka lagi,” tuturnya.
Untuk diketahui, tanah longsor dipicu hujan deras yang terus mengguyur. Alhasil, lereng bukit Trosari setinggi 40 meter di Danyangan RT 06/05, Pilangrejo Nglipar, longsor. Ribuan meter kubik material longsor menutup jalan. Akibat peristiwa itu jalan antardesa putus total. Bencana ini terjadi pada Sabtu (2/5) lalu.(gun/ila/ong)

Breaking News