ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
PEDULI LINGKUNGAN : Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X melihat dari dekat tanaman-tanaman pinus di Hutan Lindung Pinus Desa Mangunan, kemarin (7/5).
DLINGO – Topografi Kecamatan Dlingo yang didominasi perbukitan tidak membuat wilayah yang terletak di tenggara Kabupaten Bantul ini miskin objek pariwisata. Selain Kebun Buah Mangunan, kecamatan Dlingo juga memiliki hutan pinus. Hutan lindung seluas 572 hektare ini setidaknya mampu menarik empat ribu wisatawan per bulan.
Nah, agar semakin terkelola baik dan menarik wisatawan Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keleluasaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengemasnya dengan lebih menarik. “Saya kembalikan ke pak lurah. Silakan kumpulkan warga untuk rembugan bersama. Saya ingin tahu perencanaannya seperti apa. Yang penting bisa membuat masyarakat maju dan sejahtera,” terang gubernur di sela peresmian Hutan Lindung Pinus Desa Mangunan, kemarin (7/5).
Meskipun memberikan keluasaan, gubernur tetap memberikan waktu bagi pokdarwis untuk segera menyusun draf perencanaan pengembangan hutan pinus. Tenggat waktu yang diberikan maksimal dua bulan. “Satu atau dua bulan lagi silakan undang saya. Karena kalau tidak bantuan akan saya pakai untuk orang lain,” ujarnya.
Selain meminta draf perencanaan, Raja Kretaon Jogjakarta itu juga meminta pokdarwis membentuk koperasi. Tujuannya untuk mempermudah koordinasi pengelolaan hutan pinus.
Pengurus Pokdarwis RPH Mangunan Purwo Harsono mengaku siap menjalankan kepercayaan yang diberikan ini. Pokdarwis telah memiliki desain perencanaan untuk mengembangkan hutan pinus. “Yang akan kami tata meliputi wisata alam, wisata kuliner, sarana outbond, homestay hingga area khusus cinderamata,” urainya.
Ya, selain pemandangan hamparan ribuan pohon pinus, kawasan hutan lindung ini juga memiliki potensi pariwisata lainnya yang masih belum tergarap maksimal.
Ipung, sapaan akrabnya menguraikan, pokdarwis selama ini hanya menata area parkir di kawasan hutan pinus. Penataan parkir ini tak terlepas adanya berbagai insiden yang menimpa wisatawan. Misalnya, penjambretan.
Nah, sejak adanya penataan parkir ini sudah jarang sekali wisatawan yang menjadi korban kriminalitas. “Retribusi masuk belum ada. Padahal, setiap minggunya ada sekitar seribu pengunjung yang datang,” tambahnya.(zam/din/ong)

Breaking News