Musorkotlub Jadi Titik Terang

JOGJA-Kata sepakat didapat antara pengurus KONI dan pengurus kota cabang olahraga (Pengkot Cabor) anggotanya untuk menggelar musorkotlub. Harapannya, dengan adanya musorkorlub ini dana hibah APBD 2015 Pemkot Jogja untuk KONI sebesar Rp 14,9 miliar dapat segera dicairkan.
Dengan begitu, semua pengkot cabor bisa mempersiapkan diri menjelang PORDA 2015. Itu karena sejak 2014 kegiatan pembinaan olahraga prestasi di Kota Jogja praktis lumpuh akibat tidak cairnya bantuan dana hibah dari Pemkot Jogja.
Plt Ketua Umum KONI Kota Sunarko mengatakan, kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan antara pengurus KONI dengan para ketua dan sekretaris pengkot cabor di Kantor KONI Kota, Rabu (6/5).
“Kami perlu berkomunikasi lebih dulu dengan ketua umum KONI definitif dan kepala kantor kesbang Kota Jogja sebelum menentukan waktu dan tempat pelaksanaan Musorkotlub,”ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ketua umum definitif KONI Kota Jogja Iriantoko Cahyo Dumadi saat ini tengah berhalangan, sehingga menunjuk Wakil Ketua Umum I Sunarko sebagai Plt Ketua Umum. Sesuai AD/ART KONI, jika ketua umum definitif berhalangan, penunjukan Plt ketua umum paling lama hanya enam bulan. Jika dalam kurun waktu enam bulan itu, ketua umum belum juga bisa aktif kembali, dapat dilaksanakan Musorkotlub untuk menetapkan Plt menjadi ketua umum definitif.
Karena KONI Kota harus menyiapkan dan membentuk Kontingen menghadapi PORDA XIII DIJ 2015 di Kulonprogo, 19-26 Oktober mendatang, akhirnya dalam pertemuan itu disepakati untuk menggelar Musorkotlub, tanpa perlu menunggu sampai enam bulan. Apalagi, untuk proses pencairan dana hibah dari Pemkot Jogja, Kepala Kesbang Kota Sukamto menghendaki ketua umum KONI secara definitif.
Alasannya, naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) nantinya harus ditandatangani kepala kantor kesbang dan ketua umum KONI Kota Jogja definitif. “Kalau ketua umum KONI berstatus Plt, kewenangannya terbatas, sehingga jika terjadi permasalahan hukum di kemudian hari tidak bisa dimintai pertanggungjawaban. Jadi,dalam hal ini kami harus memegang asas kehati-hatian,”ujar Sukamto secara terpisah.(dya/din/ong)

Breaking News