grafis-sultan
JOGJA – Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Buwono X akhirnya buka suara setelah mengeluarkan sabdaraja dan dawuhraja. HB X mengatakan tidak mempermasalahkan pihak-pihak yang tidak sepakat dengan sabdaraja maupun dawuhraja yang dibacakannya. Ia juga menjanjikan minggu depan ada penjelasan resmi dari Keraton Jogja soal ini.
Ketika dikonfirmasi wartawan apakah benar dawuhraja kemarin (5/5) menobatkan putri sulungnya, GKR Pembayun, menjadi putrid mahkota dengan gelar GKR Mangkumi, HB X pun segera menjawab. “Wingi tahu gak (kemarin tahu tidak, Red)? Sudah tahu jangan tanya lagi,” ujar HB X usai pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia di Kepatihan, kemarin (6/5).
Dalam kesempatan ini HB X belum mau menjelaskan isi lengkap sabdaraja maupun dawuhraja karena baru akan dijelaskan minggu depan. “Biar yang tidak setuju keluar dulu. Yang tidak setuju koar-koar dulu, minggu depan akan kita undang semua (media),” tambah HB X.
Raja Keraton Jogja yang juga gubernur DIJ itu saat ini memilih menunggu respons dari semua pihak. Termasuk dari adik-adiknya yang sudah secara tegas menolak sabdaraja dan dawuhraja. Sultan mengaku sudah dua kali mengundang para pangeran, tapi semuanya tidak mendapat respons positif.
Adik-adik Sultan HB X itu memilih tidak menghadiri undangan kakaknya dalam kapasitas sebagai raja. Menurut mantan ketua Kadinda DIJ itu, bagaimana pun mereka masih saudara. “Lha wong adik kok (Lha karena adik, Red), perlu saya undang, saya jelaskan, tapi tidak datang yo gak papa,” ujarnya.
HB X juga menolak mengomentari ketidakhdiran adik-adiknya itu dan meminta untuk ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan. Mengenai apakah masih akan membuka komunikasi dengan adik-adiknya yang tidak setuju itu, HB X menjawab tegas, “Itu tidak perlu.”
Sultan juga tidak mempermasalahkan beberapa pihak yang tidak setuju dengannya. Menurut HB X, orang lain yang tidak setuju juga boleh. “Belum kenal saya tidak setuju juga tidak apa-apa, wong namanya orang,” jelasnya.
Terpisah, adik-adik HB X seperti GBPH Prabukusumo, GBPH Yudhaningrat, GBPH Cakraningrat dan GBPH Condrodiningrat bersama adik-adik HB X lainya yang tinggal di luar DIJ, Rabu sore kemarin (6/5) melakukan ziarah ke kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul.
Menurut Gusti Prabu, memang ada perubahan dari rencana semula yang akan ziarah Kamis hari ini (7/5). “Kami pikir sebelum bicara, keluarga lebih baik ziarah dulu. Nyuwun pangestu sambil nyuwunke pangapura Ngarsa Dalem atas kekhilafanya,” jelas Gusti Prabu sambil menyebut mereka bersembilan berziarah ke Imogiri.
Ketua KONI DIJ ini juga mengatakan belum tahu persis isi dawuhraja yang dibacakan HB X (5/5) di Bangsal Sitihinggil. Begitu pula penjelasan dari Keraton kepada kerabat yang kemarin tidak hadir. “Saya belum tahu persis. Baru tahu juga dari baca koran,” ujarnya.
Gusti Prabu menegaskan, sikap para pangeran yang tidak sepakat dengan HB X tidak memiliki kepentingan apa pun. Para rayi dalem juga tidak bermaksud mempengaruhi siapa pun agar melawan apa yang telah dilakukan Sultan HB X beberapa waktu terakhir ini.
Gusti Prabu menyebut yang dilakukannya bersama saudara-saudara lainnya hanya untuk menyelamatkan Keraton Jogja. “Kami tidak memiliki kepentingan apa pun. Hanya ingin menyelamatkan Keraton tetap lestari, menjunjung tinggi leluhur,” tegas Gusti Prabu. (pra/laz)

Breaking News