GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
AWAS : Pemain PSIM Jogja Juni Riyadi (biru) dikepung lima pemain Persik Kendal dalam laga persahabatan, di Stadion Mandala Krida, Minggu (3/5). Laga ini digelar di sela-sela ketidakpastian kompetisi Divisi Utama 2015.
BANTUL – Manajemen klub Divisi Utama (DU) tampaknya masih digantung, meski kompetisi Liga Indonesia secara resmi telah dibubarkan oleh PSSI. Bah-kan, PT Liga Indonesia (LI) berencana mengumpulkan kontestan DU di Ja-karta pada Kamis mendatang (7/5).Dengan adanya pertemuan tersebut, ma-najemen klub kembali harus menunggu isi keputusan yang akan dihasilkan. Setelah pekan lalu, PSSI membubarkan kompetisi Liga Indonesia, tiga klub peserta asal DIJ masih tetap mengumpulkan skuat.Wakil Manajer Persiba Bantul Endro Sulastomo berharap dari pertemuan klub dengan PT LI ada titik terang akan nasib kompetisi. Sebab pihaknya tidak bisa mengambil keputusan, sebelum ada ke-jelasan dari pemerintah soal kepastian kompetisi. “Secara resmi PSSI telah mem-berhentikan kompetisi, tetapi pemerinta-hkan berharap kompetisi tetap berjalan. Kami tetap akan mengikuti kompetisi, meski nantinya dalam pengawasan tim transisi bentukan pemerintah,” kata End-ro kepada Radar Jogja Selasa (5/5).
Endro mengatakan pihaknya belum dapat mengambil keputusan untuk ma-sa depan tim, sampai dengan pertemuan dengan PT LI pada 7 Mei mendatang. Dia memprediksi, pertemuan tersebut diperkirakan akan membahas pember-hentian kompetisi oleh PSSI. Dimun-gkinkan, pertemuan tersebut akan mem-bahas nasib kompetisi pasca pembuba-ran, dengan pengawasan dari tim transi-si bentukan pemerintah. “Bila liga akan berjalan lagi di bawah pemerintah kami pasti ikut,” tegasnya.Endro mengatakan, sebelum adanya ke-putusan dari pertemuan tersebut, pihaknya tetap akan meminta skuat Laskar Sultan Agung melakukan latihan seperti biasa. “Kami akan menunggu kapan bergulirnya liga, bila masih lama bergulirnya langkah kami akan meliburkan dahulu,” jelasnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh manajemen PSS Sleman. General Ma-nager PSS Sleman Soekoco mengaku belum bisa menentukan nasib klub me-ski kompetisi telah dibubarkan oleh PSSI. Apalagi dengan adanya undangan dari PT LI, maka pihaknya masih menung-gu hasil pertemuan tersebut. “Harapan-nya pertemuan di Jakarta menghasilkan hal yang benar-benar konkrit. Harapan-nya kompetisi tetap berjalan,” jelasnya.Soekoco sendiri menyambut baik ke-hadiran undangan tersebut. Setidaknya, undangan tersebut akan menjadi titik terang pasca batalnya pertemuan Ciamis, yang direncakan digelar hari ini. Selain akan diselenggarakannya per-temuan PT LI dengan DU, pihaknya juga menerima informasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan melakukan pertemuan dengan seluruh peserta kompetisi DU. Hanya saja, So-ekoco belum menerima kepastian per-temuan tersebut. “Kapan pertemuannya belum ada kepastian,” jelasnya.
Sehingga, sambungnya, dari rapat in-ternal manajemen pada Senin (4/5), be-lum bisa mengeluarkan kebijakan stra-tegis. Padahal, dalam pertemuan tersebut sedianya menghasilkan keputusan soal nasib kelanjutan Super Elang Jawa.Hal senada juga dialami manajemen PSIM. Rapat pleno yang digelar Senin malam pun tidak menghasilkan keputusan apapun. Sebab, pihaknya masih akan menunggu dari hasil pertemuan dengan PTLI. “Kami belum memutuskan apapun. Semua akan terlihat setelah pertemuan dengan PT LI,” kata Manajer PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru. (bhn/din/ong)

Breaking News