SAMA halnya dengan sabdar-aja maupun undangan perte-muan khusus dari Sultan HB X, adik-adik Sultan kembali absen dalam dawuhraja yang dibacakan di Sitihinggil. Para pangeran ba-nyak yang tidak hadir dengan berbagai alasan.Menurut Penghageng Parentah Hageng Keraton Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Yudhahadining-rat, dawuhraja hanya dihadiri kerabat putri Ngarso Dalem dan kerabat Paku Alam. Sementara adik-adik yang putra tidak ada yang hadir. Termasuk KGPH Hadiwi-noto, yang saat sabdaraja hadir, kemarin tidak tampak. “Gusti Hadi tadi ditelepon on the way, mungkin kena macet,” ujar pria yang akrab disapa Romo Nur ini.Sementara adik HB X, GBPH Yudhaningrat, ketika dihubungi mengaku sedang berada di Solo mewakili Sekprov DIJ. Gusti Yud-ha yang juga menjabat Asisten Administrasi Umum Setprov DIJ ini sudah berangkat ke Solo sejak pukul 06.00 WIB. “Baru ini tadi diberitahu teman-teman. Saya juga sedang golek info, takon wong sing teko (cari info, Ta-nya orang yang datang, Red),” jawab Gusti Yudha ketika dikonfirmasi tentang undangan dawuhraja
Terpisah, adik HB X lainnya, GBPH Prabukusumo, secara tegas mengatakan ia memang tidak mau hadir dalam dawuhra-ja. Sebenarnya ia sudah dihubungi sekretaris Keraton Kilen, tapi memutuskan tidak hadir. Ketua KONI DIJ ini beralasan tidak mungkin hadir karena Sul-tan Keraton Jogja bukan khali-fatullah lagi. “Sultan kami yang sangat kami hargai dan hor-mati yang bergelar seperti dalam paugeran ndalem Kraton Nga-yogyakarta Hadiningrat,” tulisnya, melalui layanan Whats App (WA) kemarin pagi (5/5).Ketika dihubungi via telepon pada siangnya, Gusti Prabu juga meminta supaya masyarakat menegur para pembisik Sultan HB X. Salah satunya, Gusti Prabu menyebut tokoh spiritual Ngarso Dalem bernama Darto dari Wo-no, Ngobaran, Gunungkidul. Kebetulan tokoh spiritual yang disebutnya dukun tersebut Senin (4/5) ikut bersama GKR Pem-bayun dan GKR Bendara ketika berziarah ke Makam Kotagede dan ke Makam Ki Ageng Giring III di Desa Sodo, Paliyan, Gunung-kidul. “Itu yang selalu wira-wiri di Keraton. Ya itu,” ujar Gusti Prabu, tapi dirinya menolak menjelaskan peran Darto.Pria berkumis tebal ini juga belum bisa menanggapi dawuh-raja yang dibacakan HB X.
Hari ini (6/5) dijadwalkan kelu-arga besar HB IX yang selama ini tinggal di luar DIJ, akan da-tang dan berembug. Setelah itu Kamis besok (7/5) keluarga be-sar juga akan berziarah ke Ma-kam Raja-Raja Mataram di Imogori, Bantul. “Nanti di sana (Imogori) sekalian kita gelar jumpa pers,” terangnya. Gusti Prabu dan para pangeran yang ada di DIJ berencana mene-mui Yusril Ihza Mahendra. Pihaknya akan meminta tolong ke mantan Mensesneg di era SBY tersebut. “Kalau tidak bisa dengan omong-an, ya dengan hukum,” jelasnya.Selain itu, pria yang tinggal di Alun-Alun Kidul Jogja itu juga meminta masyarakat, khususnya di Bantul dan Sleman, untuk tidak ikut ajakan yang tidak benar. Hal itu karena dirinya mendapat in-formasi pada Minggu (10/5) nanti ada pengerahan masyara-kat untuk mengikuti Pisowanan Agung di Alun-Alun Utara untuk mendukung paugeran yang salah. “Saya yakin banyak masyarakat yang tidak tahu tentang pauge-ran. Saya minta masyarakat, terutama di Bantul, jangan mu-dah diajak ikut hal yang tidak benar,” harap Gusti Prabu.
Dalam kesempatan itu, mewa-kili adik-adik Sultan HB X, Gus-ti Prabu mengeluarkan pernya-taan sikap atas keluarnya sab-daraja yang pertama. Sikap tersebut berbunyi: MA-SYARAKAT KEDAH GUMREGAH !!! Ayo Bareng Bareng Pada Nje-jegake Jejege Paugeran, Dudu Njejegake Jejege Kekarepan .. Bakal Kena Bebendu Seko Gusti ALLAH SWT Uga Saka Para Leluhur Dalem .. Titenana .. Be-cik Ketitik Ala Ketara !!!Ngerso Dalem Kudu Nyuwun Pangapuro Dumateng Gusti ALLAH SWT, Mergo Ora Gelem Ngagem Khalifatullah Sarta As-salamualaikum Iing Kraton .. Uga Nyuwun Pangapuro Duma-teng Umat Islam Sarta Masyara-kat .. Ora Usah Nyuwun Panga-puro Karo Rayi-Rayi Dalem. Kabeh Wis Ngapuroni .. Kudu Bali Neng Paugeran Ndalem Kraton Ngayogyokarto Hadinin-grat .. Rayi Rayi Dalem Masra-hke Dumateng Warga Masyara-kat Ing Ngyongyokarto Hadinin-grat Arep Diapakke Sumangga Warga Ingkang Duweni Ati, Pikiran Sarta Niat Ingkang Lu-hur.. Warga Sing Ndukung Tu-mindak Ala Ben Kena Lan Ngrasake Ulah Karmane Dewe.. H. Prabukusumo. (pra/laz/ong)

Breaking News