HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
INGIN KELUAR: Warga di Desa Pagerharjo dan sekitarnya saat bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu, kemarin (4/5). Jembatan penghubung Sarigono dan Jogolawang ambrol terkena banjir beberapa waktu lalu.
KULONPROGO – Warga desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh bergotong royong membuat jembatan darurat dari bambu yang dimungkinkan bisa dilalui kendaraan roda dua. Pasalnya, mereka sempat terisolasi karena putusnya jembatan Sarigono akibat banjir beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, penghubung Dusun Sarigono dan Jogolawang ini terputus akibat terjangan banjir, dan menghambat akses warga. Jembatan ini ambrol pada 23 April lalu sekitar pukul 20.00 akibat hujan deras yang membuat air Sungai Beselo II di Dusun Separang, Pagerharjo meluap dan merusak jembatan.Fungsi jembatan sepanjang 25 meter yang membentang di atas sungai Besole II ini sangat vital. Selain sering diakses kendaraan pengangkut hasil bumi, juga digunakan warga ketika hendak ke pusat kota dan kecamatan. Bahkan jembatan ini juga digunakan oleh warga yang menuju ke Magelang dan Purworejo.
Kepala Desa Pagerharjo Widayat mengungkapkan, jembatan ini sangat dibutuhkan oleh warga. Sebab me-rupakan satu-satunya akses warga ketika hendak pergi ke pusat pemerintahan desa dan kecamatan Samigaluh. “Juga sering digunakan warga Kabupaten Purworejo dan Magelang,” tandasnya.Widayat mengatakan, jembatan darurat ini merupakan upaya penanganan sementara untuk mengembalikan mobilitas warga yang hendak bepergian keluar desa. Meski begitu, warga tetap berharap jembatan permanen segera dibangun.”Kami tetap berharap nantinya dibangunkan jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat, ter-lebih seperti sebelumnya jembatan ini juga sering dilalui truk pengangkut kayu yang sebagian besar menjadi sumber penghidupan warga setempat,” terangnya. (tom/ila/ong)

Breaking News