SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
TAMBAH ENERGI: Setiap siswa SMPN 3 Gamping yang akan mengikuti unas mendapatkan roti dan air minum kemasan. Itu sangat berguna bagi siswa yang tidak sempat sarapan sebelumnya. Agar siswa tak bosan, sekolah telah membuat rencana menu sarapan secara variatif setiap hari.
GAMPING- Banyak cara dilakukan sekolah agar siswa-siswi bisa konsen-trasi mengerjakan soal-soal ujian nasional (unas) kemarin (4/5). Di SMPN 3 Gamping, para peserta unas mendapat suntikan gizi tambahan berupa roti dan air minum kemasan. Pemberian sarapan gratis itu bermula dari kekhawatiran guru terhadap anak yang lupa sarapan, sehingga mengganggu konsentrasi saat unas. Khususnya, bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. “Banyak siswa sini dari luar Gamping. Karena takut terlambat, mereka berangkat lebih awal dan tidak sempat sarapan. Untuk itu, roti ini sebagai pengganti sarapan,” ungkap Kepala SMPN 1 Gamping Sri Murniati.
Tambahan gizi itu diberikan bukan hanya hari pertama unas. Tapi sampai pelaksanaan ujian akhir selesai. Agar siswa tak bosan, sekolah telah membuat rencana menu sarapan secara variatif setiap hari. Di sekolah tersebut, ada seorang siswa yang kurang beruntung karena men-derita gejala demam berdarah. Meski begitu, kondisi itu tak lantas membuat Marcelioano Pradana absen unas. Karena masih tergolek lemas, Pradana mengerjakan soal-soal unas sambil berbaring di tempat tidur ruang UKS. Pihak pengawas juga memberi dispensasi bagi Pradana untuk minum setiap saat dia membutuhkan. Sebab, demi menjaga daya tahan tubuh, Pradana harus banyak minum. Pradana mengaku, sebenarnya dia telah dirujuk untuk opname di rumah sakit. Tapi dia menolaknya karena tak ingin ketinggalan dengan teman-teman lainnya. “Sakitnya sejak Kamis (30/4),” katanya.
Kepala Bidang Kurikulum dan Ke-siswaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Sleman Ery Wirdayana mengungkapkan, pada 2015 ada 127 sekolah penyelenggara unas dari 133 SMP se-Sleman. Enam sekolah di-gabung di sekolah kelompok kerja karena belum memenuhi syarat untuk menggelar unas mandiri. Yakni, SMP Budi Utama, Mlati; SMP Terbuka, Tempel; MTs Anwat Futuhiyah, Ngemplak; SMP IT Roudhotus Salam, Berbah; SMP Sunan Alverus, Berbah; dan SMP BOPKRI, Godean. Total peserta unas sebanyak 14.080 siswa. “Enam sekolah harus menginduk karena kurang siswa. Selain itu sarpras dan akreditasinya belum terpenuhi,” kiatanya.Lebih lanjut, Ery memaparkan bahwa peserta unas yang absen bisa ikut ujian susulan pada 11-14 Mei. Hanya saja, unas susulan tak diselenggarakan di sekolah asal masing-masing siswa. Melainkan di sekolah yang ditunjuk sebagai kelompok kerja. (yog/din/ong)

Breaking News