RIZAL SETYO NUGROHO/RADAR JOGJA / twitter
BERDUKA: Suasana pemakaman Eka Mayasari, kemarin (3/5). Ibu korban (kiri) tak kuasa menahan kesedihan. Foto akun twitter Eka Mayasari.

Dikenal Supel, Hanya Bercita-cita Bahagiakan Orang Tua

Kesedihan masih menyelimuti keluarga, kerabat dan tetangga Eka Mayasari, 27, di Desa Gedongkuning Gang Manuk Beri, Banguntapan, Bantul, kemarin (3/5). Terpal oranye dipasang di depan rumah kontrakan ibunya. Korban pembunuhan setelah diperkosa itu tiba di rumah duka pukul 10.59 WIB. Jenazah dibawa dengan mobil ambulans milik BPBD Bantul dari RS Sarjito.
RIZAL SETYO NUGROHO, Jogja
SALAH seorang rekan kerjanya di sebuah perusahaan provider Resi menuturkan, May, demikan dia biasa disapa adalah pribadi yang religius. Perempuan lulusan D III Ba-hasa Inggris UGM 2008 (sebelumnya dise-butkan mahasiswi, Red) itu kerap menging-atkan kawannya untuk beribadah. “Kalau sudah waktunya salat, dia selalu mengingatkan. Selain itu sama laki-laki yang bukan muhrimnya juga selalu menjaga diri,” ujar Resi kepada Radar Jogja di rumah duka, kemarin (3/5).Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga dikenal pekerja keras dan mandiri. Dia buka usaha angkringan setelah mengun-durkan diri dari bagian customer service pada 2013
Dari hasil kerja kerasnya ini bahkan mampu membeli sebi-dang tanah di daerah Manding, Bantul. “Semangat kerjanya tinggi, bahkan kadang sampai lupa waktu. Saya sempat kaget saat dikabari di grup watshap. Walau-pun sudah ndak kerja di tempat lama, tapi masih saling berhu-bungan akrab,” tambahnya.Jenazah Maya sempat disalatkan di Masjid Gedongkuning. Sela-njutnya dengan mobil ambulans yang sama di bawa ke Dusun Pedak Karangbendo, Bangunta-pan, Bantul. Di tempat itu jena-zah kembali disalatkan di Masjid An-Nur dusun setempat.Salah seorang warga Pedak, Pristyawan mengungkapkan, warga dengan sukarela mene-rima jenazah korban.
Di tempat itu, Maya sempat mengajar di PAUD untuk anak-anak warga setempat. Dia dikenal ramah dan mudah bergaul dengan siapa pun. “Semangat dan jiwa sosi-alnya tinggi. Istilahnya grapyak, karena itu warga sini sangat ke-hilangan. Kami berharap pela-kunya segera ditangkap dan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” katanya.Hal senada juga diungkapkan Faizal, Ketua Pemuda Dusun Pedak Karangbendo. Menurut-nya, sosok Maya menjadi teladan remaja setempat. Almarhumah dinilai selama hidupnya tulus membantu orang lain. Padahal Maya sebelumnya sempat sakit Spondylolysis pada tulang bela-kangnya dan divonis lumpuh. Dengan tekad dam mukjizat Tuhan dia dapat bangkit dan berjualan angkringan. “Di ma-ta teman-temannya care, dapat diterima karena dalam berteman tidak dibeda-bedakan. Pekerja keras, pantang menyerah, ter-buka dan berbakti dengan orang tuanya,” ungkap Faizal.
Ditemui sebelum jenazah Maya dikebumikan, kakak tertua Maya Noviyanto mengaku sangat ke-hilangan adik perempuannya itu. Ia berharap kepolisian se-gera mengungkap pelaku dan motif pembunuhan adiknya. “Pelakunya segera ditangkap, dihukum dengan balasan yang setimpal. Hukum harus ditegak-kan seadil-adilnya,” tandasnnya.Di mata keluarganya, Maya termasuk anak yang mandiri sejak kecil. Dia tidak pernah mau menyusahkan orang lain, ter-masuk keluarganya. Termasuk saat sakit sekalipun dia tetap berjuang untuk sembuh dan kembali berusaha.Ditegaskan Noviyanto, adiknya juga alumni DIII UGM dengan prestasi yang bagus.
Mengenai pilihan usahanya, Noviyanto sudah pernah meng-ingatkan agar tidak sampai ber-jualan hinggalarut malam. Namun diakuinya, adik keduanya itu mempunyai karakter yang keras.”Dia memang wataknya keras. Kita sudah pernah berkali-kali mengingatkan tapi semangatnya dia tidak bisa dihalangi. Awalnya buka jam 6 sore sampai jam 12 malam. Lama-lama diundur sampai kadang jam 3 pagi baru tutup. Dia tidak punya cita-cita, dia hanya ingin membahagiakan orang tuanya,” terangnya.
Mengenai teman laki-lakinya, dikatakan tidak ada yang benar-benar dekat. Menurutnya sejak awal kuliah sudah banyak yang mendekati Maya, namun tidak ada yang sampai menjadi pacar. Keluhan terakhirnya kata Novi-yanto, adalah pelanggannya yang kurang menyenangkan.”Tidak pernah ada yang dekat sampai jadi pacar. Kalau yang mendekati adik saya, banyak. Terakhir dia cerita seputar usa-hanya. Katanya ada pelanggan yang makan kadang utang tidak bayar, ada yang pinjam uang,” ungkapnya.
Selanjutnya sekitar pukul 14.09, jenazah diberangkatkan dari Masjid An-Nur ke pemakaman umum Desa Karangbendo. Ibu korban Aminah tak kuasa me-nahan tangis saat menyaksikan anaknya akan dimakamkan. Perempuan sepuh itu meminta anaknya untuk diazani. Ia juga meminta untuk kali terakhir menyaksikan wajah anaknya sebelum benar-benar ditutup dengan tanah. (laz/ong)

Boks