GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERSIH-BERSIH: Agung Rahmanto, 25, membersihkan rumahnya dari air bercampur lumpur sisa banjir akibat tanggul jebol di Blunyah Gede, Sinduadi, Mlati, Sleman, tadi malam (30/4).
SLEMAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman kembali mengakibatkan musibah. Sedikitnya 24 kepala keluarga atau 81 jiwa terpaksa kemarin (30/4) sore terpaksa mengungsi dari rumahnya akibat jebolnya talud saluran drainase di perengan Sungai Code
Lokasinya masuk kawasan Blunyah Gede RT 09, RW 33, Sinduadi, Mlati. Tepatnya di bawah bangunan Toko Roti Jas-min. Mereka yang mengungsi adalah warga yang rumah ting-galnya berada di bawah perengan di atas bantaran Sungai Code. Untuk sementara, warga meng-inap di masjid-masjid atau rumah tetangga yang dirasa aman. Sebab, rumah mereka dibanjiri air dari saluran drainase yang seharusnya mengalir ke Sungai Code.Talud ambrol di bagian atas di-duga akibat luapan dan rembesan air genangan banjir di sekitar Ja-lan Monjali. Derasnya air di salu-ran drainase ini menjadi penyebab tergerusnya tanah di bawah talud.
“Perkiraannya seperti itu. Tanah bagian atas talud labil hingga mudah runtuh,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Julisetiono Dwi Wasito saat ko-ordinasi penanganan darurat di lokasi kejadian.Hingga tadi malam, warga se-tempat dibantu aparat TNI, po-lisi, pihak kecamatan, BPBD, dan sejumlah relawan bergotong royong memasang bronjong di sepanjang tanggul ambrol. Itu langkah darurat yang bersifat sementara. Sedangkan BPBD membantu logistik dan perkakas tukang untuk keperluan tersebut.
Sementara kaum perempuan membuat dapur umum. Julisetiono mengimbau warga yang tinggal di atas tanggul, was-pada menghadapi kejadian serupa. Meski tak semua bangu-nan roboh, bukan berarti rumah di perengan lain yang tak amb-rol aman. Bisa jadi sisi lain talud ambrol sewaktu-waktu.Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu yang dating ke lokasi mengata-kan, penanganan bencana telah dikoordinasikan antarinstansi terkait. Dinas Sumber Daya Alam Air Energi dan Mineral mengirim sedikitnya dua ribu karung un-tuk diisi pasir, guna membuat tanggul penahan laju air di atas rumah-rumah warga.”Penting warga terus waspada karena talud ambrol bukan ha-nya yang ada di sungai. Ini rumah di atas sungai juga bisa keban-jiran,” ingat Yuni. (yog/laz/ong)

Breaking News