HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
PANTAU UNAS: Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) saat meninjau pelaksanaan Unas di SMK N 5 Kota Jogja, kemarin (13/4). Di luar bicara Unas, terkait habisnya masa jabatan Kosim Junaedi sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Jogja, HS pastikan perpanjang masa kerja Kosim selama enam bulan.
JOGJA – Kekhawatiran kekosongan pucuk pimpinan bank milik Pemkot Jogja, Bank Jogja, akhirnya tak terjadi. Ini setelah pemkot memutuskan untuk memperpanjang jabatan Kosim Juna-edi sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Jogja selama enam bulan ke depan. Jabatan Kosim sebenarnya akan berakhir pada Juni 2015 mendatang. Berakhirnya jabatan Kosim bersamaan dengan tiga pejabat direktur bawahannya. Hanya saja, untuk jabatan Dirut, Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) memastikan, tetap akan di-emban direktur dua periode itu. “Pak Kosim jalan terus,” kata HS, kemarin (13/4).Sedangkan, untuk jabatan ketiga direktur yang lain, yaitu direktur keuangan, pema-saran, dan operasional, kini tengah proses seleksi. Proses ini dengan melibatkan ber-bagai pihak , seperti dari pemkot, akade-misi, dan perbankan (Bank Indonesia).
HS menambahkan, perpanjangan jabatan Kosim, untuk menunggu sam-pai ada pejabat baru. Yaitu, Dirut yang baru. Di mana, dalam proses pendaf-taran, nama Kosim juga ikut mengisi bersama dengan kandidat lain. Itu juga yang kemudian menuai pro dan kontra. Dari kalangan wakil ra-kyat, DPRD Kota Jogja, sampai saat ini belum memberikan lampu hijau. Sebab, saat ini tengah dibahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyer-taan Modal. Salah satu pasal di raper-da ini mengatur mengenai pengisian jabatan direktur.”Kami menunggu kepastian dari pem-kot. Baru nanti malam (tadi malam) eksekutif akan mengekspose rencana penyertaan modal tersebut. Termasuk, mengenai pengisian jabatan direktur utama dan direktur,” lanjut Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyertaan Modal Cristiana Agustina, sore kemarin.
Politikus dari Partai Gerindra ini menam-bahkan, pemkot seharusnya menjunjung tinggi etika. Mereka harus mendengarkan masukan dari dewan. Termasuk mengenai sosok dirut di Bank Jogja tersebut. Saat ini, rencana pemkot untuk mem-berikan jabatan Dirut Bank Jogja ke Kosim Junaedi menuai masalah. Sebab, acuan di Perda No 4 tahun 2008 pasal 18 tentang Bank Jogja, posisi direktur memiliki masa jabatan empat tahun dan dapat diangkat satu kali periode lagi. “Artinya, hanya dua periode maksimal masa jabatannya. Itu sesuai dengan perda yang belum diganti,” tandas Wakil Ketua Ali Fahmi.Di sisi lain, pemkot telah berkonsul-tasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia, selama berpres tasi, tak ada batasan jabatan direktur. Itu lah yang kini masih menjadi perdeba-tan dewan dengan eksekutif.”Kami masih menunggu dari ekseku-tif. Kalau memang diperpanjang tentu ada alasannya. Baru, kami lakukan ka-jian,” pungkas Fahmi. (eri/jko/ong)

Breaking News