Tetapkan 22 Raperda Menjadi Prolegda 2015

JOGJA – Setelah melakukan pembahasan dengan jajarak eksekutif, Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Jogja akhirnya me-netapkan 22 rancangan peratu-ran daerah (Raperda) menjadi Program Legislasi Daerah (Pro-legda) 2015. Jumlah itu mening-kat dari sebelumnya yang hanya 16 Raperda. Ketua Baleg DPRD Kota Jogja Tatang Setiawan mengatakan, 22 raperda itu terdiri atas lima raperda inisiatif dewan dan 17 raperda usulan pemkot. Jumlah itu sudah termasuk raperda anggaran dan raperda usulan pemkot di 2014 yang belum ditetapkan. “Kami coba tambahkan, ka-rena ada beberapa yang belum selesai sebelumnya,” ujar Tatang kemarin (29/12).
Pihaknya su-dah menetapkan beberapa prioritas, tetapi paling tidak terdapat dua raperda yang su-dah siap untuk dibahas Janu-ari 2015 nanti. Keduanya yaitu Raperda tentang Reklame dan Raperda Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda). Dua Raperda itu sebelumnya sudah pernah dibahas. “Yang awalan ini tentang reklame dan Ripda karena tinggal beberapa pasal saja,” ungkapnya.
Untuk melakukan pembahasan 22 raperda itu sudah disiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar. Meskipun begitu, jelas Tatang, pihaknya akan melakukan peng-hematan. Di antaranya dengan tidak melakukan perjalanan di-nas, terutama untuk raperda yang sudah memiliki naskah akademik. Menurut dia, mayoritas Pro-legda 2015 itu merupakan ra-perda lama. “Pembahasan nanti juga melalui panitia khu-sus (pansus),” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum Pemkot Jogja Basuki Hari Saksana mengatakan, paling tidak terdapat tiga raperda yang menjadi prioritas Pemkot Jogja. Yaitu penyertaan modal pemkot, pembentukan dana cadangan untuk pembayaran sebagian kewajiban pemkot kepada PT Perwita Karya, dan Perubahan Perda tentang perusahaan dae-rah BPR Bank Jogja. “Pada prin-sipnya kami sudah siap, tinggal menunggu panggilan dari dewan,” tuturnya. (pra/laz/ong)

Breaking News