ERWIN NIZAR FOR RADAR JOGJA

MEMBANGGAKAN : Penampilan grup vokal SMAN 3 Jogja dalam lomba vokal grup yang digelar DPD Barisan Muda (BM) Kosgoro 1957 DIJ kemarin (29/12). Total peserta lomba ada sepuluh grup. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sebanyak 14 kelompok.

Lantunkan Lagu Perjuangan di Tengah Serbuan Dangdut

JOGJA – SMA Negeri 3 Jogja berhasil menjadi juara pertama lomba vokal grup lagu-lagu perjuangan tingkat SMA, SMK, dan MA se- Provinsi DIJ yang digelar DPD Barisan Muda (BM) Kosgoro 1957 DIJ kemarin (29/12). “Juara pertama grup Padmanaba A,” ujar Ketua DPD BM Kosgoro DIJ Erwin Nizar kemarin.
Padmanaba adalah nama lain atau identitas yang selama ini melekat pada SMAN 3 Jogja. Menurut Erwin, keputusan itu merupakan hasil musyawarah dewam yuri yang terdiri dari Balance Pradana, Alexander Sinaga, dan Dewi Monica Suryandari. Selanjutnya, juara dua diraih SMA Santa Maria. Juara III – V masing-masing adalah SMAN 10 Jogja, SMAN 4 Jogja dan Padmanaba B. Juara I berhak mendapatkan tropi , uang pembinaan Rp 3 juta, dan piagam penghargaan. Untuk juara II – V juga mendapatkan tropi uang pem-binaan dan piagam penghargaan. Juara II mendapat Rp 2,5 juta, Juara III Rp 2 juta, Juara IV Rp 1,5 juta, dan Juara V Rp 1 juta.
Erwin menambahkan, lomba kali ini dari sisi kualitatif dan penampilan peserta lebih baik dari tahun lalu yang diadakan di tempat yang sama. Rencananya, DPD BM Kosgoro 1957 DIJ akan menyelenggarakan lomba serupa secara rutin setiap tahun. “Kalau tahun lalu dan tahun ini pesertanya adalah siswa SMA, SMK dan MA. Maka tahun depan akan diperluas sampai tingkat mahasiswa,” katanya.
Total peserta lomba ada sepuluh grup. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sebanyak 14 kelompok. Berkurangnya jumlah peserta dapat dimaklumi karena sosialisasinya terbatas dan bersamaan waktunya dengan liburan sekolah. “Mohon maaf publikasinya mendadak. Lima juara pada tahun lalu tidak bisa ikut karena waktunya mendesak,hanya persiapan dua minggu. Untuk lagu wajib Sepasang Mata Bola. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi makna semangat nasionalisme,” kata Erwin.
Diakui, televisi sekarang banyak lagu-lagu dangdut maupun lagu anak-anak. Di tengah serbuan acara semacam itu masih ada anak-anak yang melantunkan lagu-lagu perjuangan. “Semua peserta menghayati lagu-lagu yang dinyanyikan,” ucapnya.
Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) DPD Kosgoro1957 Najib M. Saleh memberikan apresiasi kepada DPD BM Kosgoro DIJ sebagai salah satu organisasi yang aktif menggelar kegiatan-kegiatan yang menyentuh seperti yang dicita-citakan Kosgoro 1957. Yakni menghayati sejarah dan nilai-nilai kebangsaan. “Kita tidak sekadar melagukan lagu perjuangan tapi juga menghayati lebih jauh perjuangan kemerdekaan,” ungkap Najib saat membuka acara. Di tengahnya gencarnya lagu pop, Najib ingin lagu-lagu perjuangan tetap tertanam di hati generasi muda. “Lagu-lagu perjuangan itu sangat filosofis,” ingatnya. (mar/din/jiong)

Breaking News