GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

GAMELAN PUSAKA: Pengunjung melihat dan mendengarkan gamelan Keraton Jogja saat ditabuh di Bangsal Ponconiti, kemarin.

Malam Berebut Udik-Udik, Siang Dengarkan Gamelan

JOGJA – Hujan yang turun sejak pagi hari kemarin (28/12), tidak menyurutkan antusi-asme warga Jogja dan sekitarnya untuk men-datangi Bangsal Ponconiti, Keraton Jogja, kemarin (27/12). Mereka sengaja datang un-tuk mendengarkan suara gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Naga Wilaga.Dua gamelan itu dibunyikan setiap hari dari siang hingga malam, setelah Sabtu malam (27/12) sebelumnya resmi dikelu-arkan dari Keraton Jogja melalui prosesi Miyos Gongso. Dalam rangakaian acara ini, Keraton Jogja juga menyebar udik-udik
Udik-udik sendiri berupa pecahan uang logam beserta bunga. Tepat pukul 20.00 WIB, perwakilan Keraton Jogja, ya-kni GBPH Yudhaningrat dan GBPH Prabukusumo keluar dan langsung menyebar udik-udik. Tidak hanya masyarakat umum, para abdi dalem kera-ton sendiri juga banyak yang berebut.
Menurut salah seorang abdi dalem keraton KRT Wijoyo Pamungkas, udik-udik itu merupakan bentuk perhatian dan kemurahan seorang raja kepada rakyatnya. “Kalau dalam Islam dinamakan sodakoh,” ujarnya.
Oleh karena itu, penyebaran udik-udik sudah dinanti masy-arakat. Kondisi itu, lanjut dia, juga menunjukkan masih dite-rimanya budaya Jawa di tengah masyarakat. KRT Wijoyo Pamun-gkas menerangkan, dulunya permainan gamelan ini sebagai tanda untuk memanggil masy-arakat dan dipermainkan di luar masjid. Dua gamelan pusaka keraton dibawa oleh para abdi dalem ke halaman Masjid Gede Kau-man. Selama seminggu, dua gamelan itu berada di sana dan dimainkan saat siang hingga malam. “Biasanya masyarakat kemu-dian mendengarkan gamelan itu dengan mengunyah sirih dan makan nasi gurih,” terang-nya.
Setelah seminggu, dua ga-melan itu akan dibawa kem-bali masuk ke Keraton Jogja, dan keesokan harinya digelar Garebeg Mulud. Garebeg Mu-lud ditandai dengan keluarnya gunungan yang berisi ubo rampe, di antaranya berupa hasil bumi, untuk diperebutkan kepada masyarakat umum. (pra/laz/jiong)

Breaking News