Penjualan Fesyen di Pasar Beringharjo Naik Drastis

JOGJA – Selain Malioboro, Pasar Beringharjo juga menjadi tujuan utama wisatawan yang berlibur ke Jogja. Peningka-tan pengunjung ke pasar tradisional terbesar di Kota Jogja ini sudah mulai terlihat sejak awal pekan lalu dan diper-kirakan bertahan hingga pergantian tahun nanti. Hal itu juga membuat omzet para pedagang Pasar Beringharjo meningkat. Menurut Ke-tua Paguyuban Pasar Beringharjo Jogja Ujun Junaedi, selama libur Natal dan Tahun Baru 2015, omzet pedagang bisa meningkat hingga 30 persen
“Bagi pedagang grosir omzet-nya bisa naik 25-30 persen. Ka-lau yang eceran, ya bisa tiga kali lipat dari biasanya,” ujar Ujun (27/12). Ujun menerangkan para pengunjung, kebanyakan mendatangi di blok fesyen, yang berada di sebelah barat Pasar Beringharjo. Menurut dia, kebanyakan yang dicari pembeli tetap produk ba-tik, yang sudah menjadi ciri khas Jogja. Untuk produk batik ini, diakuinya, mayoritas masih am-bil dari Pekalongan. “Selain itu, pengunjung juga banyak yang mencari kaos-kaos khas Jogja,” tuturnya.
Selama musim liburan ini, para pedagang di blok fesyen juga buka lebih awal. Jika biasanya para pedagang baru mulai ber-jualan pukul 08.00 WIB, kini sejak pukul 06.00 WIB sudah banyak pedagang yang mem-buka lapaknya. Meskipun begitu, untuk waktu tutupnya masih sama, yaitu pu-kul 17.00 WIB. Menurut Ujun, hal itu sudah menjadi aturan di Pasar Beringharjo.
Ujun memperkirakan jumlah pengunjung Pasar Beringharjo saat libur akhir tahun berkisar 180 ribu sampai 190 ribu orang. Meski terjadi peningkatan pen-gunjung pasar, pihaknya berte-kad tidak akan menaikkan harga. Menurut pria asal Jawa Barat ini, para pedagang sudah berkomitmen menjadikan Pasar Beringharjo sebagai ikon Jogja yang terkenal dengan harganya yang murah.”Ini merupakan bentuk ko-mitmen kami menjadikan Beringharjo sebagai pusat be-lanja dan wisata,” terangnya. (pra/laz/jiong)

Breaking News