Dua Orang Selamat, Satu Masih Hilang

KULONPROGO – Nasib nahas dialami tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mereka terseret ombak Pantai Bugel di Kecamatan Panjatan, Ku-lonprogo. Dari ketiga korban laka laut ter-sebut, dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan satu mahasiswa masih hilang. Hingga kemarin (27/12) tim SAR masih melakukan pencarian di sepanjang pantai.Korban hilang bernama Indra Akbar M Ali, 18, warga Gurabati, Tidore, Maluku Utara. Korban terseret gelombang ketika sedang mandi di Pantai Bugel bersama teman-te-mannya. Musibah ini terjadi ketika korban bersama teman-teman dari Maluku melaku-kan malam keakraban di Pantai Bugel sejak Jumat (26/12) sore
Koordinator SAR Wilayah V Glagah Samsudin menjelaskan, para korban sebelumnya meng-inap di pantai dengan mendiri-kan tenda. Paginya, ada tiga mahasiswa yang bermain di air dan mandi. Salah satunya ada-lah Indra Akbar M Ali dan dua temannya, Jul CT dan Rabit Su-hada. “Rabit sendiri berhasil selamat setelah berhasil berenang kete-pian, sedangkan Jul CT sempat terseret gelombang dan berha-sil diselamatkan warga sekitar,” ungkapnya, kemarin.Saat ini kedua korban selamat masih dirawat intensif di Pus-kesmas Garongan, Panjatan.
Kondisi mereka berangsur-angsur membaik dan sudah sadar. “Se-dangkan korban Indra yang merupakan mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Fisipol, UMY, ini terseret ke tengah dan jasadnya hilang ditelan gelombang,” jelasnya.Samsudin menuturkan tim SAR mendapat laporan dari nelayan telah terjadi kecalakaan laut di Pantai Bugel. Tim SAR masih melakukan penyisiran di sepan-jang pantai selatan Kulonprogo ini. Setidaknya ada 15 personel SAR dan enam anggota Basarnas yang diterjunkan untuk men-cari korban. “Pencarian korban juga di-bantu petugas dari Polariud, TNI AL dan kepolisian,” tandas-nya.
Wakil Dekan II Fisipol UMY Bambang Wahyu mengatakan, makrab ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa asal Maluku, bukan menjadi kegiatan kampus. Ketiganya mandi tanpa diketahui temannya, warga langsung mela-kukan pertolongan dengan jaring. “Sebagai pertanggungjawaban moral kita tetap akan terjun langsung ke lapangan dan ber-koordinasi dengan kampus. Namun perlu diketahui, ke-giatan ini tidak sepengeta-huan dari kampus,” tuturnya. (tom/ila/jiong)

Breaking News