HERI SUSANTO/RADAR JOGJA

PANTAU MIRAS: GPK siap memantau keberadaan miras yang dimungkinkan akan dipakai perayaan tahun baru.

Ikut Pantau Perayaan Tahun Baru

JOGJA – Malam pergantian tahun selalu ditunggu banyak orang. Terutama anak muda yang biasanya memanfaatkan mo-mentum itu untuk hura-hura, bahkan cen-derung ke hal-hal negatif.Salah satunya dengan merayakan bersama dengan minuman keras (miras). Padahal, miras oplosan sudah mer-enggut ratusan nyawa di tanah air.Mewaspadai pesta miras ini, Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) DIJ turun tangan. Ormas ini akan mengerahkan seluruh anggotanya untuk memantau peredaran miras. “Pantau ling-kungan sekitar. Kalau ada miras, segera laporkan ke kepolisian terdekat,” seru Ketua PW GPK DIJ Untung Supriyanto kepada wartawan di Jogja, kemarin (27/12)
Anggota DPRD Kota Jogja ini menuturkan, pihaknya sudah menyebarkan surat sampai ting-kat pimpinan ranting atau kelu-rahan. Surat berisi instruksi kepada semua anggota GPK untuk aktif pada malam tahun baru. “Aktif dalam rangka me-mantau keberadaan miras,” tandasnya.
Politikus PPP ini menuturkan, peredaran miras oplosan ini sudah sampai ke tengah-tengah masyarakat. Keberadaanya ham-pir di semua kampung ada. “Tanpa peran aktif masyarakat, tentu sulit polisi bisa mengung-kap,” tuturnya.
Wakil Ketua PW GPK DIJ Ghodi Nur Hamidi menambahkan, dalam memantau peredaran miras ini pihaknya meminta anggota GPK untuk bekerjasama dengan kepolisian. Ia mewanti-wanti agar anggota tak main hakim sendiri dengan meng-gerebek peredaran miras. “Pantau, kalau ada laporkan, dan kawal kepolisian dalam men-gungkap,” tandasnya.
Ia menambahkan, sudah cukup orang tua kehilangan anak, istri kehilangan suami, atau anak kehilangan bapak karena daya rusak miras oplosan. “Jangan sampai ada korban jiwa lagi. Polisi harus didukung mem-berantas miras ini sampai tuntas. Sampai ke pembuatnya,” katanya.
Pengerahan kader GPK untuk aktif mengawasi peredaran mi-ras ini, lanjut Totok Yuwono, sebagai bentuk dari konsoli-dasi pihaknya. Sebab, selama ini mulai marak laskar-laskar yang mengatasnamakan GPK. “GPK murni GPK. Tidak ada embel-embel. Bahkan dijadikan alat untuk membekingi penya-kit masyarakat,” jelas Sekretaris PW GPK DIJ ini.
Ia mengatakan, selain menargetkan pemberantasan miras sampai akar-akarnya, pihaknya juga menjadikan malam tahun baru nanti momentum bersama untuk menguji soliditas GPK DIJ. “Karena pada Maret (2015) men-datang, akan ada Harlah GPK,” terangnya.
Sebelumnya, untuk menganti-sipasi keamanan, Polda DIJ bakal memperketat pengamanan dengan melakukan operasi pe-redaran miras dan senjata tajam. Polda akan merazia kendaraan di jalan-jalan menuju DIJ. “Agar Jogjakarta aman, masyarakat bisa liburan akhir tahun dengan nyaman,” kata Wakil Kapolda DIJ Kombes Imam Sugianto.
Imam menjelaskan, razia ini menyasar semua kendaraan. Di dalam razia polisi menggeledah semua kendaraan. Ini untuk antisipasi adanya teroris maupun gangguan pengamanan selama liburan akhir tahun ini.Ia mengatakan, untuk mem-berikan kenyamanan ini pihaknya telah menyiapkan 1.600 perso-nel. Mereka ini stand by selama perayaan Natal hingga pergan-tian tahun nanti. (eri/laz/jiong)

Breaking News