FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA

TETAP SEPI:Situasi Terminal Tidar Kota Magelang yang lengang. Libur Natal dan menjelang tahun baru tidak ada lonjakan jumlah pengguna transportasi umum

MAGELANG – Tidak ada yang mencolok saat momen libur panjang sekaligus menyambut Tahun Baru 2015 di Terminal Tidar Kota Magelang. Jumlah penumpang tidak mengalami lonjakan. Bahkan, sejumlah bus jurusan antarkota dalam maupun luar provinsi terlihat menumpuk di terminal yang ada di Jalan Soekarno-Hatta ter-sebut. Kepala UPTD Terminal Tidar Kota Magelang Eko Priyono mengatakan, akhir-akhir ini jumlah penumpang justru turun, karena hanya 260 bus yang diberangkatkan
“Libur panjang ini tidak ada tanda-tanda kenaikan penum-pang. Mungkin karena BBM naik, sehingga penumpang memilih menggunakan carteran maupun bus dari PO masing-masing yang berlabel wisata,” kata Eko, kemarin (26/12).
Sepinya penumpang membuat ratusan armada bus lebih ba-nyak menunggu daripada meng-angkut penumpang. Terlebih bus kelas ekonomi. “Yang patas mending, karena tingkat keterisiannya mencapai 80 persen. Untuk yang kelas ekonomi, 40 persennya saja tidak terpenuhi,” ungkapnya.Menurutnya, faktor yang mem-pengaruhi penurunan penum-pang, selain bertambahnya kendaraan pribadi, juga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Seiring kenaikan tarif, ia mem-perkirakan ada penurunan minat masyarakat menggunakan trans-portasi masal. “Rata-rata satu bus hanya menurunkan dan menaikkan satu – dua orang di terminal ini,” paparnya.
Selain itu, konsekuensi ke naikan BBM berimbas pada ketentuan batas bawah dan batas atas angkutan umum. Pascakenaikan harga BBM, batas atas menga-lami kenaikan dari 10 – 20 persen untuk kelas ekonomi. Contohnya, jarak tempuh Magelang-Wono-sobo dari Rp 20 ribu, naik jadi Rp23 ribu sekali jalan. Ke mudian, Magelang-Jogja dari Rp 9 ribu menjadi Rp 11 ribu. Magelang-Semarang, dari Rp 10 ribu se-belum kenaikan BBM, saat ini dipatok Rp 12 ribu. “Bus Eka jurusan Magelang-Surabaya, tadinya Rp 95 ribu, sekarang jadi Rp 125 ribu. Patas Semarang-Magelang dari Rp 25 ribu menjadi Rp 35 ribu. Kenai-kannya lebih tinggi patas ke-timbang kelas ekonomi. Terlebih, setelah adanya kebijakan kenai-kan harga BBM,” katanya.
Salah satu penjual tiket agen di Kios C, Sri Wahyuni mengaku, momen libur panjang dan per-gantian tahun tidak berpengaruh pada penjualan tiket di kiosnya. Ia menyebut, dari tingkat penghitungan per tahun, paling banyak hanya saat Lebaran. Se-lebihnya, pada momen lain tidak ada pengaruh signifikan. “Tidak ada lonjakan, justru turun. Sekitar 2-5 penumpang untuk jurusan luar daerah yang memesan tiket di sini,” katanya. (dem/hes/ong)

Breaking News