SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA

KAWASAN MALIOBORO: Jogjakarta masih menjadi magnet besar untuk dijadikan destinasi wisata. Wisatawan memadati kawasan Malioboro untuk berwisata belanja.

Jumlah Kunjungan Naik 50 Persen

JOGJA – Memasuki libur akhir ta-hun 2014, jumlah kunjungan wisata di Jogjakarta mengalami peningka-tan sampai dengan 50 persen. Ini menunjukkan bahwa Jogjakarta masih menjadi magnet besar untuk dijadikan destinasi tempat wisata.Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Association the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIJ Edwin Ismedi Himna. Me-nurutnya dibanding tahun lalu ada lonjakan sekitar 50 persen. “Mayo-ritas didominasi oleh wisatawan domestik,” kata Edwin, Jumat (26/12).
Melonjaknya wisatawan domestik di Jogjakarta, menurut Edwin, ba-nyak dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang terjadi menjelang tutup tahun. Se-hingga para wisatawan mengalihkan kunjungan wisata ke dalam negeri ketimbang berwisata ke luar negeri. “Sebelum dolar naik, wisatawan terpecah antara yang berlibur ke luar negeri dan yang berlibur ke dalam negeri. Namun karena se-karang ada kenaikan dolar, maka lebih banyak yang memilih per-jalanan domestik,” jelasnya.
Menurut Edwin, Jogjakarta ma-sih menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang berlibur. Libur panjang Hari Raya Natal hingga Tahun Baru 2015 yang disertai libur bersama sektor pe-merintahan menjadi pendorong masyarakat untuk menghabiskan liburan di Jogjakarta.Edwin menerangkan sejumlah hotel di Jogjakarta hampir dipenuhi para wisatawan. Ini terlihat dari oku-pansi hotel-hotel di Jogjakarta yang hampir 100 persen. Pertumbuhan hotel yang cukup pesat di Jogjakarta dinilai belum mampu mengakomo-dasi wisatawan di akhir tahun. “Saat liburan akhir tahun ini bisa dibilang wisatawan mulai kesusa-han mendapatkan hotel,” jelasnya.
Dia menyebutkan hotel-hotel di ring satu tahun ini mendapatkan berkah dari banjirnya wisatawan yang datang ke Jogjakarta. Karena hotel-hotel di ring satu tersebut okupansi dipastikan mencapai 100 persen.Sementara hotel di luar ring satu, dikatakan Edwin okupansinya di-prediksi medekati 100 persen. Me-reka yang tidak mendapatkan hotel di ring satu, akan bergeser ke hotel yang luar zona tersebut.
Sementara untuk tiket pener-bangan, kata Edwin, tiket tujuan Jogjakarta sudah ludes hingga Tahun Baru 2015. Kalaupun ter-sedia tiket penerbangan, itu ada-lah tiket business class yang harga tiketnya sudah diatas Rp 1 juta.Menurut Edwin kunjungan wisatawan ke Jogjakarta tahun ini bisa dibilang yang tertinggi. Meski kun-jungan wisatawan ke Jogjakarta akhir tahun ini melonjak tajam, belum banyak objek wisata baru yang bisa dijadikan alternatif tujuan. “Jogjakarta masih mengandal-kan Malioboro, Keraton Jogja, wisata Gunung Merapi dan Gua Pindul sebagai tujuan utama untuk berwisata,” terangnya.
Sementara itu, Public Relations Hotel Tentrem Jogjakarta Nike Aristya mengungkapkan sejak 24 Desember, hotel bintang lima yang terletak di kawasan Jalan AM Sangaji tersebut sudah penuh. Pada akhir tahun, biasanya dido-minasi kunjungan para wisatawan ketimbang pengunjung MICE. “Sebanayk 274 kamar yang kami miliki sudah penuh sampai dengan 31 Desember. Sebagian besar memang wisatawan domestik yang ingin meng-habiskan liburan akhir tahun di Jogjakarta,” jelasnya. (bhn/ila/ong)

Bisnis