FOTO-FOTO: SETIAKY/RADAR JOGJA

DAYA TARIK: Pengunjung memanfaatkan latar belakang Candi Prambanan jadi objek foto.

SLEMAN – Menjadi salah satu objek wisata di Jogjakarta, Candi Prambanan menjadi daya tarik wisatawan saat mu-sim liburan Natal dan Tahun Baru. Kemarin (26/12) kawa-san wisata candi Hindu ini dipadati para pelancong, baik dari berbagai daerah maupun mancanegara.Sejak pagi kemarin ribuan wisatawan domestik maupun asing terlihat berdatangan mengunjungi objek wisata Candi Prambanan yang terletak di sisi timur Kabupaten Sleman ini
Jika pada hari biasa jumlah pengunjung hanya ratusan, kali ini jumlahnya semakin me-ningkat. “Libur Natal dan akhir tahun ini jumlah pengunjung sudah mencapai sekitar 16 ribu orang,” ungkap Kepala Unit Taman Wi-sata Candi Prambanan Priyo Santoso kemarin.
Dikatakan, jumlah itu praktis melebihi target yang dicapai, di mana sudah lebih dari 80 persen. Dengan naiknya jumlah peng-unjung saat ini, pihak peng-elola Candi Prambanan mem-berikan pelayanan dengan menambah beberapa hiburan seperti campursari, kuda tung-gang, jathilan, workshop batik, dan pameran batu akik. Para wisatawan ini pada umum-nya berasal dari luar Jogjakarta, seperti Tangerang, Jakarta, Jawa Barat, dan beberapa daerah lain di Jawa Timur.
Selain wisata, mereka sekaligus memberikan edukasi kepada keluarganya yang tengah berlibur di Candi Pram-banan. “Saya sengaja ingin liburan di Jogja. Bareng sama anak-anak ke Candi Prambanan,” kata The-resia, wisatawan asal Jakarta saat ditemui di sela menikmati ke-megahan candi.
Sementara itu, memasuki libur akhir tahun 2014, kunjungan wisata di Jogjakarta mengalami peningkatan sampain dengan 50 persen. Ini menunjukkan bahwa Jogjakarta masih men-jadi magnet besar untuk dijadi-kan destinasi tempat wisata.Hal tersebut diungkapkan Ed-win Ismedi Himna selaku Ketua Association the Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) DIJ, kemarin (26/12). “Dibanding tahun lalu ada lonjakan sekitar 50 persen. Dan mayoritas dido-minasi wisatawan domestik,” kata Edwin.
Melonjaknya wisatawan do-mestik di Jogjakarta, menurut Edwin, banyak dipengaruhi oleh kenaikan nilai tukar dolar ter-hadap rupiah yang terjadi men-jelang tutup tahun. Sehingga, para wisatawan mengalihkan kunjungan wisata ke dalam ne-geri ketimbang berwisata ke luar negeri.”Sebelum dolar naik, wisatawan terpecah antara yang berlibur ke luar negeri dan yang berlibur ke dalam negeri. Namun karena sekarang ada kenaikan dollar, maka lebih banyak yang memi-lih perjalanan domestik,” jelas-nya.
Menurut Edwin, Jogjakarta masih menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang berlibur. Libur panjang Hari Natal hingga Tahun Baru 2015 yang disertai libur bersama sek-tor pemerintahan, menjadi pendorong masyarakat untuk menghabiskan liburan di Jogja-karta.
Edwin menerangkan, sejumlah hotel di Jogjakarta hampir dip-enuhi para wisatawan. Ini terli-hat dari okupansi hotel-hotel di Jogjakarta yang hampir 100 per-sen. Pertumbuhan hotel yang cukup pesat di Jogjakarta pun dinilai belum mampu menga-komodasi wisatawan di akhir tahun. “Saat liburan akhir tahun ini bisa dibilang wisatawan mu-lai kesusahan mendapatkan hotel,” jelasnya.
Dia menyebutkan hotel-hotel di ring satu tahun ini menda-patkan berkah dari banjirnya wisatawan yang datang ke Jog-jakarta. Karena hotel-hotel di ring satu tersebut okupansi di-pastikan mencapai 100 persen.Sementara hotel di luar ring satu, dikatakan Edwin, okupansi-nya diprediksi mendekati 100 persen. Mereka yang tidak menda-patkan hotel di ring satu, akan bergeser ke hotel yang berada di luar zona itu.
Untuk tiket penerbangan, kata Edwin, tiket tujuan Jogja-karta sudah ludes hingga awal tahun. Kalau pun tersedia tiket penerbangan, itu adalah tiket bussines class yang harga tiketnya sudah di atas Rp1 juta.Menurut Edwin, kunjungan wisatawan ke Jogjakarta tahun ini bisa dibilang yang tertinggi. Meski kunjungan wisatawan ke Jogjakarta akhir tahun ini me-lonjak tajam, belum banyak objek wisata baru yang bisa di-jadikan alternatif tujuan. “Jogjakarta masih mengandal-kan Malioboro, Keraton, wisata Gunung Merapi, dan Gua Pindul sebagai tujuan utama untuk berwisata,” terangnya.
Sementara itu Public Relation Hotel Tentrem Jogjakarta Nike Aristya mengungkapkan sejak 24 Desember, hotel bintang lima yang terletak di kawasan Jalan AM Sangaji itu sudah dipenuhi pengunjung. Untuk akhir tahun, biasanya didominasi kunjungan para wisatawan ketimbang pen-gunjung MICE. “Sebanyak 274 kamar yang kami miliki sudah penuh sampai 31 Desember. Sebagian besar memang wisatawan domestik yang ingin menghabiskan libu-ran akhir tahun di Jogjakarta,” jelasnya. (fid/bhn/laz/ong)

Breaking News